Masa remaja seringkali dikaitkan dengan masa yang banyak masalah. Banyaknya masalah pada remaja dikarenakan remaja mulai menerapkan gaya hidup yang keliru karena informasi yang keliru. Remaja rentan mengalami masalah gizi baik gizi kurang maupun gizi lebih yang berdampat terhadap pertumbuhan dan kesehatan reproduksinya. Desa Karang Tengah merupakan salah satu desa lokus stunting sehingga upaya pencegahan masalah gizi harus dilakukan sedini mungkin. Metode pelaksanaan kegiatan adalan dengan pembentukan kelompok teman sebaya dengan koordinator dari teman sebaya. Koordinator dilatih mengukur antropometri, menghitung IMT serta interpretasi status gizi menggunakan grafik IMT menurut umur. Hasil kegiatan menunjukkan mayoritas santri memiliki status gizi dalam kategori gizi baik atau normal 63%. Ditemukan kasus status gizi pada kategori kurang sebesar 13%, status gizi lebih 17% dan obesitas sebesar 8%. Pemberdayaan remaja melalui kelompok sebaya membuktikan bahwa pemberdayaan teman sebaya efektif sebagai strategi promosi kesehatan untuk meningkatkan kepedulian remaja terhadap status gizinya sehingga dapat berkontribusi pada upaya pencegahan melahirkan generasi stunting dan risiko PTM.
Copyrights © 2026