Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Malaysia, dengan tujuan mengatasi permasalahan pengelolaan sampah daun yang selama ini dibersihkan melalui pembakaran dan penimbunan, yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara. Selain itu, guru dan siswa belum memiliki kemampuan dalam mengolah sampah organik menjadi kompos serta belum memiliki jiwa kewirausahaan untuk memasarkan produk secara digital. Program ini mengusung pendekatan model P4-E (Pelatihan, Praktik, Pemasaran, dan Evaluasi) melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi guru sebagai agent of change serta siswa sebagai pelaku utama implementasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi signifikan pada aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif. Indikator tertinggi dicapai pada kemampuan promosi melalui media sosial (93%) dan identifikasi bahan kompos (83%), sedangkan terendah pada akuntansi sederhana (53%). Produk nyata berupa kompos organik berlabel sekolah berhasil diproduksi dan dipasarkan secara daring. Program ini terbukti efektif menumbuhkan kesadaran lingkungan, keterampilan teknis, dan semangat green entrepreneurship, sehingga layak dijadikan model pemberdayaan berbasis sekolah yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026