FFenomena catcalling merupakan bentuk pelecehan verbal di ruang publik yang sering menargetkan perempuan sebagai objek interaksi seksual yang tidak diinginkan. Meskipun kerap dianggap sebagai candaan, praktik ini memiliki implikasi sosial dan psikologis bagi perempuan yang mengalaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis catcalling sebagai bentuk kontrol sosial maskulin di ruang publik kampus serta memahami pengalaman mahasiswi yang mengalaminya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi terhadap enam mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang pernah mengalami catcalling di sekitar kampus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa catcalling muncul dalam bentuk siulan, panggilan bernada menggoda, serta komentar terhadap penampilan fisik yang merefleksikan objektifikasi tubuh perempuan dan relasi kuasa gender di ruang publik. Pengalaman tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman dan mendorong mahasiswi mengembangkan strategi adaptasi ketika berada di ruang publik. Temuan ini memperluas pemahaman mengenai catcalling sebagai praktik sosial yang mereproduksi dominasi maskulin serta memiliki implikasi bagi pengembangan Pendidikan Sosiologi dan Pendidikan Kewarganegaraan.
Copyrights © 2026