Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis sistem perekonomian Indonesia dalam menghadapi dinamika era disrupsi digital dan tantangan pasca-pandemi COVID-19. Sistem Ekonomi Pancasila (SEP) yang menjadi landasan filosofis dihadapkan pada realitas praktik ekonomi yang cenderung bercorak ekonomi campuran dengan pengaruh neoliberal. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif dengan pendekatan desk research. Data sekunder dikumpulkan dari laporan Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Keuangan, lembaga internasional (Bank Dunia, IMF), dan artikel jurnal ilmiah bereputasi periode 2018-2024. Analisis menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan resiliensi pasca pandemi dengan pertumbuhan yang relatif stabil di kisaran 5%. Namun, ketahanan ini menghadapi tantangan struktural seperti ketimpangan (Rasio Gini), deindustrialisasi dini, dan volatilitas sektor keuangan. Studi ini menyimpulkan bahwa arah sistem perekonomian Indonesia memerlukan rekalibrasi kebijakan yang mampu mensinergikan cita-cita SEP (keadilan sosial) dengan pragmatisme pasar global dan akselerasi digital.
Copyrights © 2026