Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik interpersonal serta strategi pengelolaannya pada anak-anak Panti Asuhan Daarul Azkar dengan merujuk pada teori konflik Fred Luthans. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara melalui diskusi kelompok bersama anak-anak berusia 9–15 tahun, serta wawancara mendalam dengan pengurus panti. Pemilihan diskusi kelompok dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi anak dalam mengungkapkan pengalaman konflik interpersonal. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pola konflik dan respons berdasarkan gender. Anak laki-laki cenderung merespons konflik secara konfrontatif, baik melalui balasan verbal maupun fisik, meskipun tetap bersedia melibatkan pihak dewasa sebagai mediator. Sementara itu, anak perempuan lebih memilih strategi penghindaran dan akomodasi dengan cara diam, tidak membalas, serta enggan melaporkan konflik kepada pihak berwenang. Bentuk konflik yang paling dominan dialami anak-anak panti adalah perundungan verbal di lingkungan sekolah yang berkaitan dengan stigma sosial sebagai anak panti. Temuan ini sejalan dengan pandangan Luthans bahwa konflik dipengaruhi oleh perbedaan persepsi, status sosial, dan respons individu terhadap tekanan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendekatan pendampingan yang sensitif terhadap perbedaan strategi pengelolaan konflik anak, serta penguatan keterampilan komunikasi interpersonal untuk mencegah dampak konflik yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026