Background: Kebiasaan merokok pada anak tidak hanya mengganggu kesehatan fisik, tetapi juga berdampak proses belajarnya. Kasus perokok usia anak-anak terus meningkat karena kurangnya pengetahuan tentang bahaya rokok tersebut. Jika anak usia dini telah terpengaruh zat adiktif rokok maka semakin bertambah usia akan semakin sulit untuk terlepas dari rokok. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah melakukan edukasi menggunakan media puzzle anti rokok. Metode: Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah edukasi atau pendidikan kesehatan menggunakan media puzzle anti rokok. Mitra yang terlibat adalah pihak Sekolah Dasar Negeri Inpres Kleublouw, Sentani, Kabupaten Jayapura dengan target sasaran anak-anak usia 8-10 tahun. Hasil: Kegiatan ini diikuti 24 siswa-siswi yang sangat antusias dalam menyusun puzzle anti rokok. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 7,33 menjadi 8,46 dari total 10 poin. Kesimpulan: Edukasi menggunakan media puzzle anti rokok ini dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang bahaya rokok.
Copyrights © 2026