Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengukuran Tinggi Badan (TB), Berat Badan (BB) & Lingkar Lengan Atas (LILA) di Masa Pandemi: Measurement of Height, Weight & Upper Arm Circumference During a Pandemic Yane Tambing; Mona Safitri Fatiah; Lisda Oktavia Madu Pamangin
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.602 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i2.821

Abstract

The problem of children's nutritional status in Indonesia is still fairly high, especially in the eastern region. One of the contributors to the high case is Sarmi Regency, Papua Province. The purpose of this activity was to look at the nutritional status of under-five children in Sarmi Regency through height, weight, and upper-arm circumference. This activity was carried out for 2 weeks, from July 5 - 21, 2021, in Siaratesa Village, Tafarewar, Nengke, and Bebon Jaya, Sarmi Regency with the target of this activity was mothers who have under-five children. This activity was carried out by community education methods, data collection, and measurement practices in the form of height, weight, and upper-arm circumference. The results of this activity obtained wasting cases of 54.1% stunting & underweight 24.1%, and the average upper-arm circumference was about 14.40 cm. Thus, it is expected that there are continuous activities carried out by the local health center to complement the activities as an effort to increase maternal knowledge to guide the occurrence of nutrition in under-five children.   ABSTRAK Masalah gizi pada balita di Indonesia masih menjadi topik yang masih hangat yang masih diperbincangkan, dimana kasus tersebut masih terbilang masih sangat tinggi, terutama di wilayah timur Indonesia, salah satu penyumbang kasus tersebut adalah Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melihat status gizi balita di Kab. Sarmi melalui pengukuran Tinggi Badan (TB), Berat Badan (BB) dan Lingkar Lengan Atas (LILA) balita. Kegiatan ini dilakukan selama ± 2 minggu, pada tanggal 5 – 21 Juli 2021, di Kampung Siaratesa, Tafarewar, Nengke dan Bebon Jaya, Kabupaten Sarmi dengan sasaran kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita yang berusia 0 – 59 bulan. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pendidikan masyarakat, pengumpulan data dan praktik pengukuran berupa TB, BB dan LILA. Hasil dari kegiatan ini diperoleh kasus wasting sebesar 54,1 persen, stunting & underweight sebesar 24,1 persen serta rata-rata LILA balita sekitar 14,40 cm. Dengan demikian, diharapkan adanya kegiatan yang berkesinambungan yang dilakukan oleh pihak puskesmas setempat untuk melengkapi kegiatan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan ibu dalam upaya menurunkan kejadian masalah gizi pada balita.
DAMPAK PSIKOLOGIS PANDEMI COVID 19 PADA MAHASISWA Asriati Asriati; Lisda Oktavia Madu Pamangin
Molucca Medica Vol 15 No 2 (2022): VOLUME 15, NOMOR 2, OKTOBER 2022
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2022.v15.i2.100

Abstract

Pandemi COVID-19 yang telah terjadi lebih dari satu tahun memberikan pengaruh psikologis pada mahasiswa akibat pembatasan sosial dengan pembelajaran jarak jauh. Siswa selama periode pandemi ternyata menunjukkan tingkat kecemasan, depresi dan stress yang jauh lebih tinggi dibandingkan siswa pada masa-masa normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stress dan sumber stress akibat pandemi seperti kehidupan akademik, pembatasan sosial, beban tugas, dan takut tertular covid pada mahasiswa Universitas Cenderawasih. Jenis penelitian menggunakan survey cross sectional, yang dilaksanakan Juni – Juli 2021. Sampel sebanyak 308 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat yang diambil menggunakan teknik propotional simple random sampling. Analisis data menggunakan Uji Kruskall-Wallis. Mayoritas mahasiswa mengalami tingkat stress sedang sebanyak 187 (60,71%) dan tingkat stress tinggi sebanyak 66 (21,43%). Sebanyak 142 (60,2%) mahasiswa perempuan mengalami tingkat stress sedang dan sebanyak 57 (24,1%) mengalami stress tinggi. Sebanyak 45 (62,5%) mahasiswa laki-laki mengalami tingkat stress sedang dan hanya 9 (12,5%) yang mengalami stres tinggi. Usia 18-29 mengalami stres tinggi sebanyak 66 orang dan usia 18-35 sebanyak 187 orang mengalami stress sedang. Mahasiwa yang mengikuti perkuliahan di Kota Jayapura 142 (60,4%) mengalami stress sedang dan sebanyak 57 (24,3%) mengalami stress tinggi. Hasil uji Kruskall Wallis menemukan variabel persepsi takut tertular covid-19 (p=0,0001), pembatasan sosial (p=0,0001), hubungan dengan dosen (0,0047) dan proses belajar selama pandemi (p=0,0002) memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat stress mahasiswa selama pandemi covid 19. Mengingat mayoritas mahasiswa merasa stress selama pembelajaran daring, maka diperlukan upaya untuk mencegah berkembangnya stress menjadi depresi dan frustasi.
FACTORS AFFECTING THE COMPLETENESS OF THE VACCINE COVID-19 IN PEOPLE WITH NON-COMMUNICABLE DISEASES AT THE TWANO HEALTH CENTER Asriati Asriati; Lisda Oktavia M. Pamangin; Helen Try Juniasti
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i1.16904

Abstract

Covid-19 dapat menjadi lebih berbahaya jika diderita oleh kelompok lanjut usia dan mereka memiliki penyakit bawaan (komorbid) seperti hipertensi, diabetes, jantung, asma, kanker, dan gagal ginjal. Di Papua, 14% penduduk Lansia telah menerima vaksin Covid-19. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang faktor yang mempengaruhi kelengkapan vaksin Covid-19 pada penderita penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penderita penyakit tidak menular (PTM) untuk lengkap menerima vaksin Covid-19. Jenis penelitian menggunakan survey cross sectional. Sampel adalah penderita PTM sebanyak 100 responden yang diambil dengan teknik Accidental Sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson, uji korelasi Spearman, dan uji regresi linier berganda dengan Confidence Interval 95% / a= 0,05. Hasil bahwa terdapat faktor perceived benefit (p=0,000), risk perception (p=0,000), trust (p=0,000), dan attitude (p=0,000) adalah faktor yang berhubungan dengan niat penderita PTM melakukan vaksinasi Covid-19. Analisis multivariat menemukan faktor attitude (p=0,000) merupakan faktor yang paling berpengaruh pada niat penderita PTM melakukan vaksinasi Covid-19. Kesimpulan faktor yang paling berpengaruh terhadap niat penderita PTM untuk melakukan vaksinasi Covid-19 adalah faktor attitude. Kata kunci: Lansia; Penyakit Tidak Menular; Vaksin Covid-19. AbstractCovid-19 can become more dangerous if it is suffered by the elderly and they have congenital (comorbid) diseases such as hypertension, diabetes, heart, asthma, cancer, and kidney failure. In Papua, 14% of the elderly population has received the Covid-19 vaccine. The novelty of this study is that it examines the factors that affect the completeness of the Covid-19 vaccine in people with non-communicable diseases. This study aims to determine the factors influencing people with non-communicable diseases (NCDs) to receive the Covid-19 vaccine fully. This type of research uses cross-sectional surveys. The sample was 100 respondents, with NCDs took using by Accidental Sampling technique. Data analysis using Pearson correlation test, Spearman correlation test, and multiple linear regression test with 95% Confidence Interval / a= 0.05. The result that there are perceived benefit factors (p=0.000), risk perception (p=0.000), trust (p=0.000), and attitude (p=0.000) are factors related to the intention of NCD sufferers to vaccinate against Covid-19. A multivariate analysis found that the attitude factor (p=0.000) was the most influential in the choice of NCD sufferers to vaccinate against Covid-19. In conclusion, the factor that most influences the intention of NCD sufferers to vaccinate against Covid-19 is the attitude factor. Keywords: Elderly; Non-communicable Diseases; Covid-19 vaccine.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA SEBAGAI PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS Wiwi Wijayanti; Lisda Oktavia Madu Pamangin; Beeri Wopari
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 2 (2023): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i2.19024

Abstract

Tahun 2019 angka kesembuhan Tuberkulosis (TB) terkonfirmasi bakteriologis dan angka keberhasilan pengobatan di Kota Jayapura rendah. Unsur terpenting dalam mencapai kesembuhan dan keberhasilan pengobatan adalah perlunya kepatuhan minum obat selama masa pengobatan, dimana dalam hal ini peran Pengawas Menelan Obat (PMO) sebagai orang terdekat dapat membantu dalam mengawasi dan memberikan dukungan selama masa pengobatan. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis hubungan dukungan keluarga sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis di Kota Jayapura. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien yang menjalani pengobatan tuberkulosis di Puskesmas Abepura dan Puskesmas Kotaraja Kota Jayapura, dengan jumlah sampel sebanyak 81 orang yang ditentukan dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan kartu berobat TB 01 yang ada di Puskesmas. Analisis dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariate dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat hubungan antara dukungan emosional dengan kepatuhan minum obat (P-value=0,000), tidak terdapat hubungan antara dukungan penghargaan dengan kepatuhan minum obat (P-value=0,088), terdapat hubungan antara dukungan informasi dengan kepatuhan minum obat (P-value=0,008), tidak terdapat hubungan antara dukungan instrumental dengan kepatuhan minum obat (P-value=0,275). Kesimpulannya yaitu terdapat hubungan antara dukungan emosional dan informasi dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis.
Analisis Aktivitas Fisik Remaja Papua Untuk Pencegahan Hipertensi Asriati Asriati; Natalia Paskawati Adimuntja; Lisda Oktavia M. Pamangin; Helen Try Juniasti
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 2 (2023): April 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i2.738

Abstract

Hipertensi dianggap sebagai penyakit yang menyerang usia lanjut, namun seiring berjalannya waktu muncul berbagai penelitian yang menyatakan hipertensi dapat muncul pada usia remaja. Hipertensi yang muncul saat remaja akan berlanjut sampai dewasa, hal tersebut akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencegahan hipertensi pada mahasiswa Universitas Cenderawasih khususnya pada niat untuk melakukan aktivitas fisik pada mahasiswa. Jenis penelitian menggunakan survey cross sectional, yang dilaksanakan Mei – Juli 2021. Sumber data dalam penelitian adalah data primer yang diperoleh dengan survey melalui kuesioner online. Sampel dalam penelitian adalah mahasiswa Universitas Cenderawasih sebanyak 100 orang yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dengan uji korelasi Pearson dengan Confidence Interval 95%. Sebanyak 50% responden berniat melakukan aktivitas fisik seperti jalan cepat selama 30 menit tiga kali dalam seminggu dan menghindari kegiatan sedentary seperti terlalu lama bermain sambil memainkan ponsel. Faktor sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku memiliki korelasi yang positif dengan niat responden dalam melakukan aktivitas fisik. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan faktor sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku secara statistik signifikan dengan niat remaja melakukan aktivitas fisik (p=0,0000). Terdapat hubungan yang bermakna antara sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku dengan niat mahasiswa melakukan aktivitas fisik.
Perilaku Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri Lisda Oktavia Madu Pamangin
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 2 (2023): April 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i2.746

Abstract

Remaja putri berisiko tinggi mengalami defisiensi zat besi yang mengakibatkan anemia. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah kesehatan remaja sebagai calon ibu ialah melalui pemberian suplementasi tablet tambah darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Populasinya merupakan mahasiswi Universitas Cenderawasih usia 19 tahun, dengan besar sampel 119 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan data. Uji chi-square digunakan dalam studi ini untuk menganalisis hubungan antara variabel pengetahuan dan persepsi dengan tindakan mengonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Hasil yang diperoleh yakni terdapat hubungan pengetahuan dengan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri (p= 0,039) dan tidak ada hubungan persepsi remaja putri dengan konsumsi tablet tambah darah (p= 0,429).
PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 PADA MAHASISWA Lisda Oktavia Madu Pamangin; Asriati Asriati
Molucca Medica Vol 16 No 1 (2023): VOLUME 16, NOMOR 1, APRIL 2023
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2023.v16.i1.61

Abstract

Peningkatan tren kasus COVID-19 terjadi akibat perilaku masyarakat yang cenderung mengabaikan protokol kesehatan yang telah dianjurkan berdasarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19. Salah satu kelompok usia produktif yang cukup tinggi mobilitasnya adalah mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran praktik pencegahan penularan COVID-19, pengetahuan, dan persepsi mahasiswa tentang COVID-19. Penelitian dilakukan dengan desain cross sectional, dan dilaksanakan selama bulan Juni – Juli 2021. Populasi dalam penelitian ini yakni mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih (FKM Uncen). Sampel penelitian sebesar 356 responden, yang ditarik dengan menggunakan teknik stratified random sampling secara proporsional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang didistribusikan secara online dengan metode self-reported. Data dianalisis secara bivariat dengan uji chi square dengan α= 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,7% mahasiswa FKM Uncen berada dalam kategori cukup dalam praktik pencegahan, serta Ho ditolak pada hasil uji statistic pengetahuan (p= 0,000) dan persepsi (p= 0,000). Kesimpulan yang diperoleh ialah Sebagian besar mahasiswa cukup baik dalam mempraktikkan pencegahan penularan COVID-19, ada hubungan pengetahuan dan persepsi dengan praktik pencegahan penularan COVID-19.
Pendekatan Positive Deviance Dalam Mereduksi Kejadian Malaria Di Kota Jayapura Lisda Oktavia Madu Pamangin; Muhammad Akbar Nurdin; Fajrin Violita
The Community Engagement Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS CENDERAWASIH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52062/thecommen.v6i1.3026

Abstract

Malaria is still a public health problem in the world, including in Indonesia. Positive deviation behavior is one of the factors that influence the incidence of malaria. So this study aims to determine the effect of positive deviation on the incidence of malaria in Jayapura City. This community service was carried out in the Mandala Village area, Jayapura City, Papua Province. The community service method uses the Community Empowerment method using Focus Group Discussion (FGD). Sampling using Exautive sampling (sampling technique when all members of the population are used as samples). The data collected will be analyzed using SPSS version 21.0. The results of the quantitative analysis showed that the most influential factor on the incidence of malaria was positive deviation (p=0.000). The results of the qualitative analysis show that positive deviation behaviors to prevent malaria are using mosquito nets when sleeping, wearing long sleeves when working and when going out at night, and burning trash and coconut belts. The positive deviation approach can be used as an effort to prevent and control malaria through the active role of health cadres or community leaders. Keywords: Malaria, Positive Deviance, Behavior, Prevention
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN MALARIA PADA IBU HAMIL Sintia Kartika Sari; Lisda Oktavia Madu Pamangin; Asriati Asriati; Melkior Tappy; Yane Tambing; Apriyana Irjayanti
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i4.19018

Abstract

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium dan disebarkan melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini dapat menyerang anak-anak sampai orang tua, laki-laki maupun perempuan, termasuk wanita hamil. Indikator Annual Parasite Incidence (API) malaria di Indonesia pada tahun 2019 sebesar 0,93 per 1.000 penduduk. Kebaruan penelitian ini mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap kejadian malaria pada ibu hami. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor risiko kejadian malaria pada ibu hamil di Puskesmas Waena Kota Jayapura. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang menderita penyakit malaria. Populasi kontrol dalam penelitian ini adalah seluruh  ibu hamil yang tidak menderita malaria. Sampel dalam penelitian ini sebesar 29 sampel untuk kasus malaria pada ibu hamil dan 58 sampel untuk kontrol ibu hamil, sehingga total sampel dalam penelitian ini sebanyak 87 responden (matched 1:2). Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan dua cara yaitu total sampling untuk kelompok kasus dan purposive sampling untuk kelompok kontrol. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis dalam penelitian ini terdapat analisis univariat dan bivariat dan menghitung nilai OR untuk melihat besar risiko. Hasil analisis uji statistic Chi-Square dan Odds Ratio menunjukkan bahwa, perilaku merupakan faktor risiko kejadian malaria (OR= 9,529, Cl 2,067-43,939), kondisi lingkungan merupakan faktor risiko kejadian malaria (OR= 13,269,Cl 4,461-39467). Disimpulkan bahwa ibu hamil yang perilaku dan kondisi lingkungannya buruk berisiko secara signifikan untuk mengalami malaria.  
Peer Conformity Towards Adolescents Alcohol Consumption Behaviour in Jayapura City Violita, Fajrin; Asriati; Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Andimuntja, Natalia Paskawati; Izaac, Fransina Alfonsina; Nurdin, Muhammad Akbar
Miracle Journal of Public Health Vol 8 No 1 (2025): Miracle Journal of Public Health (MJPH)
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph.v8i1.408

Abstract

Adolescent alcohol consumption is an important and complex issue as it not only impacts health but also fuels risky sex, violence, and drug use. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and peer conformity on alcohol consumption behavior among adolescents in Jayapura City. This type of research uses quantitative methods with a Cross-Sectional Study design. The total population was 2552 male students in 5 junior high schools and five high schools in Jayapura City, and the sample calculation obtained 343 respondents. The sampling technique used proportional stratified random sampling and primary data collection using a questionnaire. Statistical analysis using the Spearman Correlation Test. The results of the analysis were obtained from 343 adolescents; most respondents had knowledge in the good category, namely 200 respondents (58.3%), and as many as 273 respondents (79.6%) in the category of peer conformity, the majority of which were in the moderate category. The correlation test results of the relationship between knowledge factors and alcohol-drinking behavior in adolescents obtained a p-value of 0.032 with a value of r = 0.116. So, it means that there is a relationship between knowledge and adolescent drinking behavior, but the strength of the relationship is very weak, with a negative correlation. As for the peer conformity variable, the p-value is 0.227, meaning that there is no significant relationship between peer conformity and adolescent drinking behavior. Health agencies are advised to strengthen the PIK-R program in schools to prevent adolescent alcohol consumption.