Background: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi ketahanan gempa di Kelurahan Mugarsari, Kota Tasikmalaya. Melalui sosialisasi dan pelatihan tukang, pengabdian ini merumuskan pedoman desain rumah dua lantai yang aman secara struktural menggunakan demonstrasi simulasi numerik. Metode: Tiga prototipe rumah 2 lantai (9×6 m) dimodelkan menggunakan perangkat lunak SeismoBuild: (I) simetris–infill, (II) simetris tanpa infill, dan (III) un-simetris. Ketiganya dievaluasi melalui analisis spektrum respons dan pushover (Metode N2). Hasil: Konfigurasi denah dan sebaran dinding pengisi menjadi pengendali utama kinerja seismik. Model simetris–infill memiliki kapasitas lateral tinggi Vb, max 1826 kN), sementara model tanpa infill mengalami penurunan kapasitas hingga 69% Vb, max 571 kN dengan risiko kerusakan besar di segmen bawah. Model un-simetris menunjukkan konsentrasi drift pada lantai dasar meskipun memiliki puncak kapasitas awal yang tinggi. Kesimpulan: Kinerja seismik terbaik dicapai melalui denah kompak-simetris dan distribusi dinding pengaku yang merata. Temuan ini diterjemahkan menjadi poster dan lembar-cek desain (pembatasan bukaan besar sepihak) sebagai panduan praktis renovasi dan pembangunan rumah tahan gempa bagi masyarakat.
Copyrights © 2026