Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Metode Numerik Dan Alat Komputasi Untuk Menilai Keandalan Sistem Infrastruktur Dan Kerentanan Bahaya Gempa Wanto, Sri; Devianty, Sherly; Wulandari, Aprilia; Wantoro, Mamik
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Infrastruktur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jri.v10i2.272

Abstract

Letak geografis Indonesia berada di wilayah Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, yakni pertemuan tiga lempeng tektonik dunia seperti Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik. Oleh sebab itu, Indonesia termasuk negara yang rawan dilanda bencana seperti gempa bumi, letusan gunung berapi hingga tsunami. Dengan adanya kerentanan bahaya alam yang berpotensi diwilayah indonesia maka sangat diperlukan sebuah mitigasi atau penilaian keandalan sistem infrastruktur dan kerentanan bahaya gempa dalam setiap bangunan fasilitas umum yang ada. Dalam penilaian keandalan dan kerentanan bisa digunakan dengan methode numerik dan alat komputasi yaitu dalam artikel ini menyampaikan salah satu software yang bisa digunakan dalam membantu membuat pemodelan sebuah konstruksi dan bisa memprediksi kerentanan bahaya dari setiap tahap gempa yang diterima oleh bangunan tersebut. Dalam pemodelan ini juga bisa memprediksi seberapa besar beban gempa yang bisa diterima oleh bangunan ini sampai mengalami runtuh. Dalam penelitian ini analisa yang menggunakan metode Analisis Pushover dengan software seismostruct yang dimana nanti akan menghasilkan sebuah kurva kapasitas. Hasil dari kurva kapasitas maka bisa digunakan sebagai parameter untuk membuat kurva kerapuhan yaitu hubungan antara probabilitas dengan perpindahan dari respon spektral. Dari hasil kurva kerapuhan dapat diprediksi pada kondisi bagaimana bangunan tersebut mengalami kerusakan ringan, sedang, berat dan runtuh dengan asumsi beban gempa yang semakin meningkat.
Mengevaluasi Struktur Beton Pada Bangunan Eksisting Dengan Penambahan Sistem Base Isolation Berdasarkan Seismic Fragility Wanto, Sri -
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 9, No 2: December 2024
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v9.i2.2024.33-44

Abstract

Abstrak Secara prinsip perkuatan struktur adalah proses teknis yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas, kekuatan, atau stabilitas suatu struktur yang mungkin telah mengalami penurunan performa akibat peningkatan beban seperti beban gempa yang dimana menjadi konsentrasi mitigasi pada bangunan saat ini. Pada penelitian ini akan menambahkan perkuatan struktur pada bangunan eksisting dengan menambahkan yaitu base isolation pada setiap kolom. Sistem penambahan base isolation adalah metode yang digunakan dalam rekayasa struktur untuk melindungi bangunan dari kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi. Tujuannya adalah mengurangi transfer energi seismik dari tanah ke struktur bangunan, sehingga mengurangi dampak gempa pada bangunan tersebut. Sistem base isolation berfungsi dengan cara memisahkan bangunan dari getaran tanah yang disebabkan oleh gempa. Ini dicapai dengan memasang perangkat isolasi di antara fondasi dan struktur atas bangunan. Perangkat isolasi biasanya berupa bantalan atau lapisan elastomerik (seperti karet) atau perangkat yang menggunakan pegas dan damper. Perangkat ini dirancang untuk menyerap dan meredam energi seismik. Dengan mengurangi transfer energi dari tanah ke struktur bangunan, base isolation membantu mengurangi gaya yang bekerja pada struktur dan meningkatkan daya tahan bangunan terhadap kerusakan. Analisis akan dilakukan dengan memodelkan bangunan struktur tersebut dengan perangkat software seismostruct. Untuk metode yang digunakan yaitu menggunakan Dynamic Time History yang dimana hasil dari pemodelan tersebut akan menghasilkan sebuah kurva hubungan antara simpangan antar segmen/ Interstory Drift Ratio (ISDR). Selain itu diperoleh kurva histerisis dan spektrum kapasitas yang bisa digunakan sebagai hasil data yang dimana akan menghasilkan sebuah kurva kerapuhan yang digunakan sebagai evaluasi pengaruh dari penambahan perkuatan struktur tersebut. Kata kunci: Base Isolation, Dynamic Time History, Interstory Drift Ratio, Kurva Kerapuhan Abstract In principle, structural reinforcement is a technical process designed to increase the capacity, strength, or stability of a structure that may have decreased in performance due to increased loads such as earthquake loads, which are the concentration of mitigation in buildings today. This research will add structural reinforcement to the existing building by adding base isolation to each column. The base isolation system is a method used in structural engineering to protect buildings from damage caused by earthquakes. The goal is to reduce the transfer of seismic energy from the ground to the building structure, thereby reducing the impact of the earthquake on the building. Base isolation systems function by separating the building from the ground vibrations caused by the earthquake. This is achieved by installing isolation devices between the foundation and the upper structure of the building. Isolation devices are usually pads or elastomeric layers (such as rubber) or devices that use springs and dampers. These devices are designed to absorb and dampen seismic energy. By reducing the transfer of energy from the ground to the building structure, base isolation helps reduce the forces acting on the structure and increases the building's resistance to damage. The analysis will be carried out by modeling the building structure with seismostruct software. For the method used is using Dynamic Time History where the results of the modeling will produce a relationship curve between the intersegment deviation / Interstory Drift Ratio (ISDR). In addition, hysteresis curves and capacity spectra are obtained which can be used as data results which will produce a fragility curve which is used to evaluate the effect of adding reinforcement to the structure.     Keywords: Base Isolation, Dynamic Time History, Interstory Drift Ratio, Fragility Curve  
Perbandingan Retrofit Seismik Struktur Baja Eksisting dengan X-Bracing Dan Inverted V-Bracing Kamal, Muhammad Iqbal Habibi; Wanto, Sri; Hidayah, Nurul Firkhati
SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan) Vol 6 (2024)
Publisher : SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a country that is at the meeting point of three of the Earth's main plates, namely the Indo-Australian Plate, the Eurasian Plate and the Pacific Plate, which are currently actively moving. The plate that really influences the situation around the Java region is the pushing of the Indo-Australian plate towards the Eurasian plate. This situation causes the formation of many volcanoes in Sumatra, Java, Bali and Papua, and active movements between plates often cause earthquakes in these regions. Indonesia's geographic location has a high risk of earthquake impacts, but the rapid development and growth of infrastructure can affect the service life of a building structure. Earthquakes are unpredictable dynamic loads, especially for buildings designed according to old design codes and standards, which are vulnerable to earthquake loads. To achieve satisfactory global seismic behavior, it is necessary to evaluate the existing structure and add appropriate reinforcement. This paper analyzes the strengthening of steel structures using X-Bracing and Inverted V- Bracing BRB with the Pushover Analysis Method. The results of this research are presented in the form of a fragility curve which describes the probability of damage before and after strengthening the X-Bracing and Inverted V- Bracing BRB. By knowing the overall structure in the form of a capacity curve, it is possible to rationally evaluate retrofitting strategies.
Perencanaan Struktur Gedung Serbaguna Menggunakan Elemen Struktur Baja Azmi Rosanti Alya; Yusep Ramdani; Rosi Nursani; Intan Nuriskha Rachma; Sri Wanto
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i1.17612

Abstract

Perkembangan populasi dan kemajuan zaman mendorong peningkatan kebutuhan bangunan serta kemajuan sektor konstruksi di Indonesia, terutama dalam penggunaan material yang semakin beragam seperti material baja. Material baja sendiri memiliki berbagai variasi bentuk, seperti baja profil Wide Flange (WF) dan profil  yang mengalami bentuk modifikasi dari material baja itu sendiri yaitu jenis profil kastela. Profil kastela meningkatkan kekuatan inersia dan kapasitas penampang secara signifikan tanpa menambah berat, sehingga kemampuan menahan beban menjadi lebih besar. Struktur portal baja dengan sistem gable frame merupakan salah satu alternatif desain bangunan untuk bentang lebar, seperti gedung serbaguna. Perencanaan struktur gedung serbaguna bentang 25 m menganalisis perbandingan antara dua jenis profil baja yang digunakan pada elemen rafter WF 350.350.12.19 dan kastela HC 525.350.12.19 hasil modifikasi dari profil WF. Analisis kekuatan penampang dilakukan dengan metode Load Resistance and Factor Design (LRFD) berdasarkan SNI 1729:2020 dengan software struktur untuk memperoleh respon struktur secara keseluruhan. Jenis sambungan yang direncanakan meliputi sambungan rafter balok-balok, rafter balok-kolom, dan base plate.  Hasil analisis profil balok rafter kastela mengalami peningkatan kapasitas momen nominal sebesar 51,97% dibandingkan profil aslinya. Evaluasi respon struktur pada dua jenis balok rafter menghasilkan perbedaan kinerja yang cukup signifikan, balok rafter kastela displacement maksimum, lendutan, serta periode alami struktur yang terjadi lebih kecil dari balok rafter WF, sehingga struktur dengan balok kastela menunjukkan perilaku yang lebih kaku. Dengan demikian, meskipun profil kastela memiliki kekakuan yang lebih tinggi, profil ini juga memberikan kapasitas penampang yang lebih besar sehingga mampu menahan beban yang bekerja dengan lebih efisien.
Analisis Perbandingan Kinerja Struktur Rangka Baja Bertingkat dengan dan Tanpa Perangkat Dissipasi Energi Berbasis Baja LYP (Low-Yield-Point) Wanto, Sri; Virawan, Zikra Fauzan; Wulandari, Aprilia; Devianty, Sherly; Firkhati Hidayah, Nurul
SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan) Vol 7 (2025)
Publisher : SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Penelitian ini menganalisis kinerja seismik struktur gedung bertingkat dengan dan tanpa perkuatan baja LYP (Low-Yield-Point) menggunakan pendekatan numerik berbasis pemodelan dinamis. Metode yang digunakan mencakup Dynamic Time History, Pushover Analysis, dan evaluasi kurva kerapuhan (fragility curve), dengan input gempa nyata dari data akselerogram Kobe. Pemodelan dilakukan pada struktur baja 5 lantai menggunakan perangkat lunak SeismoStruct, dengan variasi mutu baja LYP: LYP100, LYP160, dan LYP235.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LYP235 secara signifikan meningkatkan kapasitas geser dasar dan mengurangi interstory drift ratio hingga di bawah batas aman standar, serta memperbaiki pola kurva histeresis menjadi lebih stabil dan simetris. Spektrum kapasitas dan kurva fragility menunjukkan peningkatan kinerja struktur dalam hal disipasi energi, kontrol deformasi, dan penurunan risiko kerusakan untuk berbagai tingkat intensitas gempa. Dengan demikian, baja LYP235 terbukti efektif sebagai solusi retrofit untuk meningkatkan ketahanan struktur terhadap beban seismik. Kata kunci: Low Yield Point, SeismoStruct, Interstory Drift Ratio, Kurva Fragility, Retrofit Seismik.