Pendahuluan: : Kampung Cibeureum di Desa Sukanagalih memiliki lahan hortikultura seluas 329,40 hektare dengan komoditas utama cabai rawit dan cabai merah keriting. Meskipun produksi meningkat melalui penerapan teknik budidaya, kesejahteraan petani belum optimal akibat rendahnya harga jual yang ditentukan tengkulak serta tingginya risiko kerusakan pascapanen karena keterbatasan teknologi pengolahan. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan harga jual cabai melalui penerapan teknologi pascapanen serta pelatihan inovasi produk olahan berupa cabai bubuk dan cabai tabur. Metode: Sosialisasi, transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, pelatihan pembuatan produk, serta pendampingan keberlanjutan. Hasil: Terjadi peningkatan pemahaman peserta dengan kenaikan jawaban benar pascates lebih dari 55 persen, terutama pada topik inovasi produk, harga pokok produksi, dan teknik pengolahan. Produk olahan berpotensi meningkatkan pendapatan sebesar 2–12 kali lipat untuk cabai bubuk dan 2–10 kali lipat untuk cabai tabur dibandingkan penjualan segar. Kesimpulan: Program ini efektif meningkatkan kapasitas petani, nilai tambah produk, dan peluang peningkatan kesejahteraan melalui optimalisasi pengolahan hasil panen.
Copyrights © 2026