Pendahuluan: Limbah kulit kakao yang melimpah di wilayah perkebunan Desa Wates, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran menimbulkan bau dan pencemaran lingkungan. Rendahnya rasa ingin tahu dan kepedulian petani menyebabkan limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi petani, khususnya literasi Bahasa Inggris, sebagai sarana memperoleh informasi terkini secara mandiri serta mendorong pemanfaatan limbah kulit kakao menjadi produk bermanfaat. Metode: yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil: Adanya perubahan pola pikir petani menuju pembelajaran mandiri dalam pengolahan limbah kakao. Peningkatan pengetahuan tercatat pada pengolahan limbah kulit kakao (80%), produksi pupuk organik cair/POC (81%), serta pemahaman instruksi berbahasa Inggris (80%). Keterampilan petani juga meningkat, ditunjukkan oleh kemampuan menakar bahan dengan alat sederhana, menjaga kelembapan dan aerasi, serta melakukan pencampuran secara merata. Kesimpulan: Kegiatan ini berkontribusi pada pemanfaatan limbah kakao dan mendukung penerapan sistem pertanian berkelanjutan.
Copyrights © 2026