Background: Kualitas penataan sistem informasi dan penunjuk arah akan menentukan keberhasilan penataan kawasan terhadap orientasi secara spasial. Meningkatnya jumlah pengunjung pada kawasan heritage Samudra Pasai, akan tetapi tidak didukung oleh kemudahan akses sirkulasi dan sistem informasi maupun penanda tempat yang jelas. Kawasan Heritage Samudra Pasai berada di Kecamatan Samudera Pasai, Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh. Adapun tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan sistem informasi dan penanda tempat bagian dari upaya peningkatan dan pelestarian warisan sejarah kerajaan Islam tertua di Asia Tenggara melalui signage. Adapun isu utama yang dihadapi adalah minimnya akses sistem informasi, media interpretatif, serta rendahnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan situs. Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-kolaboratif yang mencakup dari tahapan persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dan monitoring. Adapun mitra kegiatan berjumlah dua kelompok yaitu Mitra 1 Kelompok Makam Malik Ash Shalih dan Mitra 2 adalah kelompok Museum Samudra Pasai. Hasil: Hasil kegiatan adalah penerapan Teknologi inovasi melalui produk desain dan konstruksi. Kegiatan ini berhasil memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas informasi, orientasi ruang spasial dan pengalaman pengunjung. Kesimpulan: Implementasi signage dilengkapi dengan elemen interpretatif dan sistem penunjuk arah mampu memperkuat struktur spasial kawasan serta identitas tempat dan historis situs. Kegiatan pengabdian Berbasis Masyarakat ini di danai oleh BIMA tahun 2025 dalam ruang lingkup Pengabdian Masyarakat dan Mahasiswa.
Copyrights © 2026