Pendahuluan: Pembelajaran matematika di sekolah dasar perlu mengintegrasikan nilai-nilai Islami, literasi matematika, dan pemanfaatan teknologi abad ke-21. Namun, banyak guru belum optimal mengaitkan konsep matematika dengan nilai Islami, menggunakan teknologi pembelajaran digital, serta menyusun soal berbasis literasi seperti Programme for International Student Assessment dan Asesmen Kompetensi Minimum. Metode: Participatory Action Research melalui tahapan analisis kebutuhan, workshop interaktif, praktik penggunaan aplikasi digital, pendampingan penyusunan perangkat ajar, serta evaluasi menggunakan desain pretest dan postest. Hasil: Adanya peningkatan kompetensi guru. Integrasi nilai Islami meningkat dari skor 48 menjadi 85, pemanfaatan teknologi dari 42 menjadi 88, dan kemampuan pengembangan soal Programme for International Student Assessment/Asesmen Kompetensi Minimum dari 39 menjadi 81. Guru mulai mampu mengaitkan konsep matematika dengan nilai karakter serta menggunakan aplikasi pembelajaran interaktif. Kesimpulan: Pendampingan partisipatif efektif meningkatkan kompetensi guru dalam integrasi nilai Islami, literasi matematika, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran.
Copyrights © 2026