Keamanan dapur rumah tangga merupakan aspek krusial mengingat tingginya risiko kebakaran dan kebocoran gas LPG yang dapat menimbulkan kerugian material maupun membahayakan keselamatan penghuni. Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi dan mitigasi dini kebakaran serta kebocoran gas berbasis mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT) melalui konektivitas Wi-Fi. Untuk meningkatkan keandalan deteksi dan meminimalkan false alarm, diterapkan pendekatan validasi multi-sensor. Sistem mengintegrasikan sensor MQ-2 untuk mendeteksi gas/asap mudah terbakar, sensor KY-026 untuk mendeteksi nyala api, serta sensor DHT11 untuk memantau suhu lingkungan. Mekanisme aktivasi menggunakan logika ambang batas ganda yang ditentukan melalui proses kalibrasi eksperimental guna meningkatkan akurasi pengambilan keputusan. Pengujian dilakukan pada 10 skenario dinamis kondisi dapur dengan 50 kali transmisi notifikasi melalui Telegram. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi deteksi sebesar 100. Analisis Quality of Service (QoS) menghasilkan rata-rata delay 191,83 ms, jitter 195,65 ms, throughput 4,24 Kbps, serta packet loss 0%. Meskipun nilai jitter mendekati batas rekomendasi ITU-T untuk layanan real-time, sistem tetap layak digunakan pada aplikasi notifikasi berbasis peristiwa. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penerapan mekanisme decision fusion multi-parameter yang terintegrasi dengan aktuator pompa air otomatis serta evaluasi kinerja jaringan secara kuantitatif untuk meningkatkan keamanan dapur rumah tangga.
Copyrights © 2026