ABSTRACT This study is motivated by the persistent issue of low levels of independence among some students, which is presumed to be related to the socioeconomic conditions of their parents. The purpose of this study is to analyze the relationship between parents’ socioeconomic status and the independence of eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Sanggar. This research employs a quantitative approach with a correlational design. The subjects consisted of 29 students selected from a population of 116 using proportional random sampling. Data were collected באמצעות questionnaires and analyzed using the product moment correlation technique. The results indicate a significant relationship between parents’ socioeconomic status and students’ independence, with a correlation coefficient of 0.582, which falls into the moderate category. These findings suggest that family socioeconomic conditions contribute to the development of student independence, but are not the sole determining factor. Therefore, appropriate parenting practices and supportive learning environments are needed to optimize the development of student independence. The findings of this study are expected to serve as a basis for developing educational programs oriented toward enhancing student independence in a sustainable manner. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya rendahnya tingkat kemandirian pada sebagian siswa yang diduga berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan kemandirian siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sanggar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 29 siswa yang dipilih dari populasi 116 siswa melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dianalisis dengan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan kemandirian siswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,582 yang berada pada kategori sedang. Temuan ini menegaskan bahwa kondisi sosial ekonomi keluarga berkontribusi terhadap pembentukan kemandirian siswa, namun bukan sebagai satu-satunya faktor penentu. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pola asuh dan lingkungan belajar yang tepat untuk mengoptimalkan perkembangan kemandirian siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kemandirian siswa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025