Kesehatan mental remaja di Indonesia semakin mengkhawatirkan, dengan hampir sepertiga remaja mengalami masalah psikologis yang berdampak luas pada kehidupan individu, sosial, dan spiritual. Keterbatasan akses pada layanan kesehatan formal, disertai stigma dan hambatan biaya, membuat banyak remaja tidak memperoleh dukungan yang memadai. Gereja dan komunitas memiliki potensi strategis sebagai ruang aman yang dekat dengan kehidupan remaja, namun konseling pastoral berbasis komunitas sel masih jarang diteliti secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model konseling pastoral yang kontekstual untuk memperkuat kesehatan mental remaja. Metode partisipatif diterapkan melalui pelatihan konseling bagi pemimpin gereja, sesi konseling kelompok maupun individu, serta workshop coping skills. Evaluasi menggunakan pre-test, post-test, wawancara, dan observasi perilaku menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan regulasi emosi, komunikasi sel sehat, serta dukungan spiritual. Model ini terbukti relevan secara budaya dan mampu membangun jejaring dukungan berkelanjutan berbasis gereja dan komunitas sel.
Copyrights © 2025