Irwanto, Ferry
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Manajemen sebagai Strategi Efektif dalam Pengembangan Program Penginjilan Irwanto, Ferry; Setiawan, Yakub; Indrawan, Budianto
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 8 (2024): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i8.2364

Abstract

Penelitian ini menekankan pentingnya mengintegrasikan keselamatan ke dalam masyarakat melalui penginjilan, dengan fokus pada peran kunci manajemen dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Manajemen efektif memandu, mengelola sumber daya, dan memastikan kesesuaian program dengan tujuan. Meski program memiliki potensi positif, hambatan manajerial sering muncul, memerlukan pemahaman mendalam. Metode kualitatif literatur digunakan untuk mengeksplorasi peran manajemen dalam pengembangan program penginjilan. Konsep manajemen melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian, dengan tujuan mencapai keberhasilan dalam menyampaikan berita Injil. Implementasi manajemen melibatkan perencanaan strategis, pengorganisasian efektif, pengarahan dan motivasi tim, serta pengendalian dan evaluasi. Manajemen memengaruhi keberhasilan penginjilan melalui pencapaian tujuan misi, pertumbuhan jemaat, dukungan masyarakat, dan penerimaan. Tantangan implementasi melibatkan ketidakpastian, keterbatasan sumber daya, ketidakjelasan peran, dan perubahan prioritas. Strategi untuk mengatasi tantangan mencakup fleksibilitas perencanaan, optimalisasi sumber daya, klarifikasi peran, pemantauan berkala, peningkatan transparansi, penggunaan metode evaluasi alternatif, dan pendidikan-komunikasi. Dengan kesadaran terhadap tantangan dan implementasi strategi yang tepat, program penginjilan dapat dijalankan dengan lebih terorganisir, efisien, dan mencapai dampak positif dalam masyarakat.
AI sebagai Alat Bantu Homiletik: Telaah Teologis atas Kreativitas dan Otoritas Khotbah Irwanto, Ferry; Abraham, Rubin Adi; Hermanto, Yanto Paulus; Tjutjun Setiawan
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v5i2.390

Abstract

Abstract: The focus of this writing is to examine how AI is used in preparing sermons, as there is a perception that using AI in sermon preparation diminishes the influence of the Holy Spirit when the preacher prepares their material. This topic is studied because it is still debated whether AI in homiletics has the potential to shift the central role of the Holy Spirit with technological algorithms. The main research question formulated in this article is: How can we conduct a theological review of the use of AI in sermon preparation? The findings of this study indicate that AI can speed up pastors' work in collecting data, identifying themes, and conducting linguistic analysis of biblical texts. However, the process remained within the framework of Christian theology, which places the pastor as a witness who conveys the word through spiritual experience. Therefore, the authority of preaching does not lie in AI, but in how the church integrates AI within a theological framework that places revelation, exposition, and the work of the Holy Spirit at the centre of the preaching process. Abstrak: Fokus dari tulisan ini menelaah bagaimana penggunaan AI dalam menyusun khotbah, karena ada semacam anggapan penggunaan AI dalam penyusunan materi khotbah dalam homoletika menurunkan pengaruh Roh Kudus ketika sang pengkhotbah menyusun materinya. Topik ini dikaji karena masih menjadi perdebatan bahwa AI dalam homoletika berpotensi menggeser sentral Roh Kudus, dengan algoritma teknologi. Rumusan pertanyaan penelitian utama yang diajukan dalam artikel ini bagaimana telaah teologis terhadap penggunaan AI dalam menyusun khotbah? Hasil temuan dari kajian ini menunjukkan AI dapat mempercepat kerja pendeta dalam mengumpulkan data, mengidentifikasi tema, dan melakukan analisis linguistik terhadap teks Alkitab. Akan tetapi proses itu tetap berada dalam kerangka teologi Kristen yang menempatkan pendeta sebagai saksi yang menyampaikan firman melalui pengalaman Rohani. Sebab itu, otoritas khotbah tidak terletak pada AI tetapi bagaimana gereja mengintegrasikan AI dalam kerangka teologis yang menempatkan pewahyuan, eksposisi, dan karya Roh Kudus sebagai pusat dari proses berkhotbah.