ABSTRAK Kesehatan reproduksi remaja masih menjadi isu penting dalam kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan, di mana paparan digital yang cepat serta pengaruh sosial meningkatkan kerentanan terhadap perilaku seksual berisiko. Program PERISAI (Perangi Risiko Seks Bebas Remaja) diinisiasi sebagai model promosi kesehatan perkotaan berbasis web yang bertujuan untuk memperkuat pengetahuan, kesadaran, dan self-efficacy remaja dalam mencegah perilaku seksual berisiko. Program pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan strategi intervensi utama berupa edukasi digital interaktif, diskusi daring, pembelajaran berbasis kasus, serta simulasi berbasis web. Program ini melibatkan remaja usia 15–19 tahun dan menggunakan desain pre–post test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan kesehatan reproduksi dan self-efficacy. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman peserta mengenai kesehatan reproduksi, persepsi risiko, serta kepercayaan diri dalam menetapkan batasan diri dan mengambil keputusan yang aman. Tingginya tingkat keterlibatan peserta selama kegiatan berbasis web juga menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi asertif dan kapasitas dalam mengelola tekanan sebaya. Inisiasi Program PERISAI membuktikan bahwa model promosi kesehatan berbasis web efektif sebagai strategi preventif dalam menurunkan perilaku seksual berisiko pada remaja perkotaan. Implementasi yang berkelanjutan melalui kolaborasi dengan sekolah, keluarga, dan pemangku kepentingan komunitas direkomendasikan untuk memastikan perubahan perilaku jangka panjang.Kata kunci: Perisai; Promosi Kesehatan; Seks Bebas; Web-Based. ABSTRACTAdolescent reproductive health remains a critical public health issue in urban settings, where rapid digital exposure and social influences increase vulnerability to risky sexual behaviours. The PERISAI Programme (Combatting the Risk of Adolescent Free Sex) was initiated as a web-based urban health promotion model aimed at strengthening adolescents’ knowledge, awareness, and self-efficacy in preventing risky sexual behaviour. This Community Service Programme employed interactive digital education, online discussions, case-based learning, and web-based simulations as core intervention strategies. The programme involved adolescents aged 15–19 years and applied a pre–post test design to evaluate changes in reproductive health knowledge and self-efficacy. The findings revealed a significant improvement in participants’ understanding of reproductive health, risk perception, and confidence in establishing personal boundaries and making safe decisions. High levels of participant engagement throughout the web-based activities also indicated enhanced assertive communication skills and improved capacity to manage peer pressure. The initiation of the PERISAI Programme demonstrates that a web-based health promotion model is effective as a preventive strategy for reducing risky sexual behaviour among urban adolescents. Sustainable implementation through collaboration with schools, families, and community stakeholders is recommended to ensure long-term behavioural change.Keywords: Perisai; Health Promotion; Free Seks; Web-Based.
Copyrights © 2026