Masalah gizi pada balita seperti stunting dan wasting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kualitas tumbuh kembang anak. Puskesmas melakukan intervensi promotif melalui Kelas Ibu Balita untuk meningkatkan praktik pengasuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara paparan edukasi Kelas Ibu Balita dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas X. Metode penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) pada tahun 2025. Variabel paparan adalah keikutsertaan edukasi minimal satu kali dalam enam bulan terakhir, sedangkan variabel outcome adalah status gizi berdasarkan indeks BB/TB. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan hasil p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara paparan edukasi Kelas Ibu Balita dengan status gizi balita ($p=0,316$). Hal ini kemungkinan disebabkan oleh rendahnya intensitas paparan edukasi dan keterbatasan statistik pada frekuensi data yang kecil. Edukasi kesehatan lebih sering berdampak pada hasil antara seperti pengetahuan dan sikap dibandingkan langsung pada perubahan antropometri anak.
Copyrights © 2026