Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat. Pada tahun 2023 jumlah penderita hipertensi diperkirakan mencapai 215.661 kasus dan menempati urutan ke 2 dari sepuluh penyakit terbanyak di kota Tasikmalaya. Salah satunya Kelurahan Tamanjaya yang merupakan wilayah dengan tingkat kesadaran gizi masyarakat yang masih rendah dan prevalensi faktor risiko hipertensi yang cukup tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengendalikan hipertensi melalui pendekatan edukatif SITANGGAP (Batasi Takaran Garam dan Bumbu Penyedap). Metode yang digunakan adalah penyuluhan partisipatif berbasis kelompok dengan melibatkan kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan ibu rumah tangga sebagai sasaran utama dengan jumlah peserta 36 orang. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan media leaflet, poster, dan demonstrasi makanan rendah garam. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan. Hasil uji wilcoxon menunjukkan hasil sebesar 0,001 < 0,05, artinya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pengetahuan pre-test dengan nilai post-test peserta setelah intervensi edukasi, serta adanya komitmen perubahan perilaku konsumsi garam yang lebih sehat. Program SITANGGAP ini juga mendapat dukungan positif dari kader dan aparat kelurahan untuk dijadikan program kegiatan rutin kelurahan kaitannya dengan praktik membatasi takaran garam dan bumbu penyedap. Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis komunitas yang sederhana, kontekstual, dan melibatkan peran kader lokal efektif dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pencegahan hipertensi.
Copyrights © 2026