Transformasi digital menuntut Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengintegrasikan identitas visual dan aksesibilitas berbasis teknologi guna meningkatkan daya saing usaha. Di Desa Sukorejo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, sebagian pelaku UMKM belum memiliki logo profesional dan belum terdaftar pada Google Maps, sehingga visibilitas serta legitimasi usaha masih terbatas di ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas branding digital UMKM melalui pembuatan logo representatif dan integrasi lokasi usaha pada Google Maps sebagai strategi penguatan identitas dan perluasan akses pasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis komunitas (community-based participatory approach) yang dilaksanakan melalui tahapan survei awal, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan teknis, serta evaluasi. Subjek kegiatan terdiri atas empat UMKM aktif yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana melalui perbandingan kondisi sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kepemilikan identitas visual usaha, terintegrasinya lokasi usaha pada platform digital, serta mulai optimalnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Selain menghasilkan luaran konkret berupa logo dan visibilitas digital, kegiatan ini juga meningkatkan literasi digital dan kepercayaan diri pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi untuk pengembangan usaha. Program ini berkontribusi pada penguatan branding lokal dan pemberdayaan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026