Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) dikenal sebagai sumber karbohidrat alternatif yang menjanjikan, terutama bagi masyarakat dengan kondisi diabetes melitus. Mengingat komposisi karbohidrat yang berbeda pada tiap jenisnya, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kadar karbohidrat pada varietas kuning dan ungu melalui metode eksperimental laboratorik dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel diproses secara seragam dan diuji menggunakan teknik Luff-Schoorl. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa ubi jalar ungu memiliki kandungan karbohidrat per 100 gram yang lebih rendah daripada ubi jalar kuning. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan varietas sangat berpengaruh terhadap nilai gizinya, di mana ubi jalar ungu dinilai lebih unggul sebagai pilihan pangan fungsional bagi penderita diabetes.
Copyrights © 2026