Puasa sebagai salah satu ibadah utama dalam Islam tidak hanya memiliki dimensi ritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral yang bertujuan membentuk akhlak dan pengendalian diri. Namun dalam praktiknya, esensi puasa sering kali tidak kontekstual dengan problematika akhlak dalam kehidupan sehari-hari, sehingga ibadah puasa lebih dipahami sebatas menahan lapar dan dahaga tanpa diiringi dengan internalisasi nilai-nilai moral yang mendalam. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya edukasi yang mampu menghubungkan makna puasa dengan pembentukan akhlak, khususnya pada anak-anak yang sedang berada dalam tahap pembentukan karakter. Penelitian pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di TPQ Al Awfiya dengan subjek santri usia sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui kegiatan tausiah dan ceramah mengenai akhlak berpuasa serta pembelajaran interaktif dengan pendekatan fun learning by doing. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai fikih puasa sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak yang terkandung di dalamnya melalui aktivitas belajar yang melibatkan partisipasi aktif santri. Kegiatan yang dilaksanakan adalah tausiah akhlakberpuasa dan metode pembelajaran interaktif dengan harapan mampu meningkatkan pemahaman santri mengenai makna puasa serta mendorong mereka untuk merefleksikan nilai-nilai iman dan ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Santri tidak hanya memahami puasa secara kognitif, tetapi juga mulai menyadari pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai seperti kesabaran, pengendalian diri, dan sikap saling menghormati dalam hubungan dengan guru, orang tua, dan teman. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan partisipatif dapat menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai puasa sebagai bagian dari pembentukan akhlak pada anak sejak usia dini.
Copyrights © 2026