Kurikulum Merdeka menganggap Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai alat utama untuk membentuk karakter dan meningkatkan kompetensi peserta didik dalam abad ke-21. Meski demikian, banyak sekolah dasar masih mengalami kendala dalam pemahaman dan kemampuan guru untuk merancang serta menerapkan P5 secara efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperbaiki kemampuan guru di SD Negeri 018 Kunto Darussalam melalui pendampingan yang terstruktur, berupa tahap persiapan, sosialisasi, pelaksanaan pendampingan, dan evaluasi. Metode yang digunakan mencakup penyampaian konsep Kurikulum Merdeka, penjelasan tentang cara menerapkan P5, latihan membuat rancangan proyek, serta evaluasi kemampuan guru setelah mendapat pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep P5, kemampuan membuat proyek sesuai konteks sekolah, serta kesadaran pentingnya asesmen autentik dalam pembelajaran berbasis proyek. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendampingan berbasis praktik dan coaching efektif dalam memperkuat kemampuan guru serta kesiapan sekolah dalam menerapkan P5. Rekomendasi lanjutan mencakup pendampingan yang terus menerus, pengembangan bank proyek yang kontekstual, serta peningkatan kapasitas dalam melakukan asesmen agar implementasi P5 lebih sistematis dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026