Manajemen ekstrakurikuler olahraga di tingkat sekolah dasar memainkan peran krusial dalam pembinaan prestasi usia dini, namun pelaksanaannya seringkali terhambat oleh keterbatasan sumber daya. Berbeda dengan kajian terdahulu yang mayoritas berfokus pada sekolah menengah dengan infrastruktur mapan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan adaptif kegiatan ekstrakurikuler futsal dalam menyiasati keterbatasan manajerial guna meningkatkan prestasi siswa di SDN Caringin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan studi dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah dan guru pembina (PJOK) sebagai informan kunci. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dieksekusi melalui integrasi fungsi manajemen (planning, organizing, actuating, controlling) yang adaptif, perencanaan silabus berbasis usia dasar, pengorganisasian peran ganda guru yang didukung penuh oleh kebijakan kepala sekolah, pelaksanaan latihan berfokus pada teknik fundamental, serta evaluasi formatif secara berkala. Temuan ini membuktikan bahwa sinergi manajerial internal mampu menutupi keterbatasan sarana dan berdampak positif pada peningkatan keterampilan serta capaian prestasi futsal siswa. Penelitian ini berimplikasi sebagai landasan teoretis dan model tata kelola praktis bagi sekolah dasar lain yang memiliki tantangan sumber daya serupa. Sports extracurricular management at the elementary school level plays a crucial role in early-age achievement development, yet its implementation is often hindered by limited resources. Unlike previous studies that predominantly focused on well-equipped high schools, this study aims to analyze the adaptive management of futsal extracurricular activities in navigating managerial constraints to improve student achievement at SDN Caringin. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews, passive participatory observation, and documentation studies, involving the principal and the physical education (PJOK) teacher as key informants. Data were analyzed using an interactive model. The results indicate that the management is executed through the integration of adaptive management functions (planning, organizing, actuating, controlling): age-appropriate syllabus planning, organizing the teacher's dual role fully supported by the principal's policy, actuating training focused on fundamental techniques, and periodic formative evaluation. These findings prove that internal managerial synergy can overcome facility limitations and positively impact students' futsal skills and achievements. This research implies a theoretical foundation and a practical governance model for other elementary schools facing similar resource challenges.
Copyrights © 2026