Latar Belakang: industri pertambanan emas skala kecil (PESK) telah berkembang pesat di kabupaten Bombana sejak tahun 2010. Banyaknya jumlah penambang menyebabkan lahirnya pemukiman yang tidak memiliki sarana sanitasi dasar yang memadai dan kondisi perumahan yang memenuhi syarat. Struktur kerja yang lahir akibat kepemilikan lahan dan peralatan tambang ikut mempengaruhi disparitas sarana sanitasi dan perumahan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi disparitas sarana sanitasi dan perumahan berdasarkan struktur kerja di area PESK di Bombana. Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada dua kecamatan dimana area PESK berlokasi yaitu kecamatan Rarowatu dan Rarowatu Utara. Sebagai area kontrol dipilih kecamatan Kasipute. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuessioner. Besar sample ada 81 responden yang dipilih secara purpossive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sedangkan pada kelompok koordinator lahan 100% memiliki sarana sanitasi yang baik. Kondisi sanitasi buruk ditunjukkan oleh kelompok pemilik lahan (3%) dan sarana sangat buruk lebih banyak didapatkan pada kelompok penambang (68,3%). Semua responden dari komunitas penambang memiliki kondisi perumahan sosial yang buruk. Sedangkan pemilik tanah, koordinator tanah dan pemilik trommel pada umumnya sudah berada di perumahan sosial yang cukup. Kesimpulan: Hasil penelitian mengindikasikan bahwa secara umum sarana sanitasi dasar dan perumahan di area PESK jauh lebih buruk dibandingkan dengan daerah kontrol yang merupakan area pemukiman umum. Struktur kerja yang terbentuk pada komunitas penambang juga akan menentukan tingkat pendapatan dan status sosial yang pada akhirnya akan menentukan kualitas sarana sanitasi dasar dan kondisi perumahan.
Copyrights © 2022