Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The Covid-19 Exposure Risk to Nurses from Covid-19 Patients: A Descriptive Study Nurfitri Nurfitri; Basri Basri; Nour Sriyanah; Andi Rizky Amaliah; Suradi Efendi; Muhammad Hatta
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 4 No 1 (2022): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.639 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v4i1.416

Abstract

Coronaviruses are a large family of viruses that cause illness ranging from mild to severe symptoms. The data on nurses who were infected with COVID-19 in the Camar room of the Dadi Hospital, South Sulawesi Province, Makassar City were 13 nurses. Objective: This study aims to describe the risk of exposure to the COVID-19 virus on nurses in the Camar Room at the Dadi Hospital, South Sulawesi Province, Makassar City. Method: This type of research is descriptive research. The sample of this research is nurses who treat COVID-19 patients as many as 51 respondents using the total sampling technique. Results: Based on a Nurse care activities have a very high risk of being exposed to COVID-19 as many as 51 respondents (100.0%), based on biological material accidents of nurses who do not experienced a biological material accident with a low risk of being exposed to COVID-19 as many as 45 respondents (88.2%) and those who experienced a high risk of exposure to biological material accidents as many as 6 respondents (11.8%) and based on bedience in carrying out the IPC, nurses who obedient the IPC at low risk of exposure to COVID-19 as many as 38 respondents (74.5%) and nurses who disobedient with the IPC at high risk of exposure to COVID-19 as many as 13 respondents (22.5 %). Conclusions: The conclusions of the study are those who have a high risk of being exposed to COVID-19 are respondents who carry out activities to care for COVID-19 patients and those who are at low risk of being exposed to COVID-19 are respondents who have not experienced biological material accidents as well as respondents who are bedient in carrying out IPC procedures. Suggestions for further researchers can develop further research on the description of the risk of exposure to COVID-19 in nurses.
Survey WASH Kota Makassar: Akses Sumber Air Bersih Dan Pemanfaatannya Pada Wilayah Urban Basri Basri; Andi Yuilia Kasma; Chitra Dewi; Andi Tilka Muftiah Ridjal; Indah Arifah Febriany
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11721

Abstract

Ketersediaan air bersih dan sanitasi (WASH) sangat esensial untuk pemenuhan kebutuhan domestik termasuk minum, memasak, membilas toilet, mandi dan membersihkan rumah. Akses air bersih juga mencegah kontaminasi mikrobiologi penyebab berbagai penyakit diare, kolera, hepatitis A, disentri, polio dan demam typhoid. Kecamatan Tallo sebagai lokasi urban di kota Makassar berpotensi menghadapi kelangkaan sumber air bersih untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengakses pemanfaatan sumber air bersih terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat di kecamatan Tallo kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Tallo kota Makassar pada delapan kelurahan terpilih. Jumlah rumah tangga sebagai sampel penelitian sebanyak 200 rumah yang ditentukan secara purposive sampling dan diakses menggunakan metode spiral. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sumber air bersih mayoritas yang dimiliki oleh rumah tangga sampel adalah sumur tabung/lubang bor (…%). Sumber air yang digunakan untuk kebutuhan air minum umumnya adalah bersumber PDAM (25 - 56,7%), kebutuhan memasak adalah PDAM (13,3 – 72,7%), kebutuhan bilas dan menyiram toilet adalah sumur bor (25 – 76,7%), kebutuhan membersihkan rumah adalah sumur bor (12,5 – 83,3%) dan kebutuhan mandi adalah sumur bor (25 – 83,3%). Hasil survey WASH di kota Makassar pada segmen pemanfaatan sumber air bersih untuk kebutuhan domestic di kecamatan Tallo menjadi rekomendasi strategis bagi pemerintah kota Makassar untuk meningkatkan layanan dan akses air bersih pada masyarakat.
Risiko Paparan COVID-19 pada Perawat di Ruang Isolasi Rahma Yulis; Basri Basri; Anggraeni Kae
Journal of Borneo Holistic Health Vol 5, No 2 (2022): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v5i2.3187

Abstract

Abstrak Pendahulua: risiko dan bahaya penularan penyakit infeksi di tempat kerja  bagi perawat mengalami peningkatan  seiring dengan pertambahan jumlah dan intensitas interaksi dengan pasien. Tujuan penelitian: menilai  risiko paparan COVID-19 pada perawat yang merawat pasien COVID-19 di ruang isolasi COVID-19. Metode penelitian: desain cross sectional dengan pendekatan observasional. Sampel penelitian berjumlah 50 orang responden  yang ditentukan dengan metode total sampling  pada perawat yang bekerja di ruang isolasi COVID -19 di salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Sampel penelitian berjumlah 50 orang responden  yang ditentukan dengan metode total sampling. Hasil: perawat yang memberikan asuhan keperawatan pada pasien COVID-19 di ruang isolasi, 100% telah terpapar dengan  COVID-19. Risiko paparan COVID-19 dinilai dari kepatuhan perawat  terhadap pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) saat melakukan asuhan keperawatan yaitu 18% responden berisiko tinggi terpapar COVID-19,  dinilai dari kepatuhan perawat  terhadap PPI  saat melakukan prosedur penghasil aerosol yaitu 20% responden responden berisiko tinggi terpapar COVID-19. Risiko paparan COVID-19 dinilai dari kecelakaan kerja dengan material biologis  saat memberikan asuhan keperawatan sekitar 16% responden berisiko tinggi terpapar COVID-19 sebab saat melakukan asuhan keperawatan pernah mengalami kecelakaan kerja dengan material biologis  berupa terpercik cairan biologis atau cairan pernapasan di selaput lendir mata, hidung dan mulut. Kesimpulan: perawat yang merawat pasien COVID-19 di ruang isolasi COVID-19 berisiko terpapar COVID-19. Implikasi manajer keperawatan diharapkan menerapkan manajemen risiko dan bahaya di tempat kerja perawat.Kata kunci : COVID-19; keselamatan dan kesehatan kerja perawat; perawat; risiko paparanAbstract Background: The risks and dangers of transmitting infectious diseases in the workplace for nurses have increased along with the increasing number of patients and the high intensity of interaction with patients. Aimed: assess the risk of exposure to COVID-19 in nurses caring for COVID-19 patients in COVID-19  isolation rooms. Method:  used a cross-sectional design with an observational approach. Sample consisted of 50 respondents, who were determined by the total sampling method to  nurses working in the COVID-19 isolation room at one of the referral hospitals for COVID-19 patients in Makassar, Indonesia. Result: 100% of respondents who provide nursing care to COVID-19 patients in isolation rooms had been exposed to COVID-19. The risk of exposure to COVID-19 was assessed from the obedience of nurses to IPC when carrying out nursing care, that is an 18% respondents high risk of exposure COVID-19, assessed from the obedience of nurses to IPC when aerosol-producing procedures, namely 20% of respondents high risk of exposure COVID-19. The risk of exposure to COVID-19 was assessed from work accidents with biological materials  to around 16% of respondents high risk of exposure COVID-19 because while carrying out nursing care, they experienced work accidents with biological materials in the form of splashed biological fluids or respiratory fluids on the mucous membranes of the eyes, nose and mouth. Conclusion:  nurses caring for COVID-19 patients in the  isolation room are at risk of exposure to COVID-19. Implications: nursing managers are expected to implement risk and hazard management in the nurse's workplace.  Keyword: COVID-19: nurse; occupational health nursing; riks exposure
The Covid-19 Exposure Risk to Nurses from Covid-19 Patients: A Descriptive Study Nurfitri Nurfitri; Basri Basri; Nour Sriyanah; Andi Rizky Amaliah; Suradi Efendi; Muhammad Hatta
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 4 No 1 (2022): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.639 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v4i1.416

Abstract

Coronaviruses are a large family of viruses that cause illness ranging from mild to severe symptoms. The data on nurses who were infected with COVID-19 in the Camar room of the Dadi Hospital, South Sulawesi Province, Makassar City were 13 nurses. Objective: This study aims to describe the risk of exposure to the COVID-19 virus on nurses in the Camar Room at the Dadi Hospital, South Sulawesi Province, Makassar City. Method: This type of research is descriptive research. The sample of this research is nurses who treat COVID-19 patients as many as 51 respondents using the total sampling technique. Results: Based on a Nurse care activities have a very high risk of being exposed to COVID-19 as many as 51 respondents (100.0%), based on biological material accidents of nurses who do not experienced a biological material accident with a low risk of being exposed to COVID-19 as many as 45 respondents (88.2%) and those who experienced a high risk of exposure to biological material accidents as many as 6 respondents (11.8%) and based on bedience in carrying out the IPC, nurses who obedient the IPC at low risk of exposure to COVID-19 as many as 38 respondents (74.5%) and nurses who disobedient with the IPC at high risk of exposure to COVID-19 as many as 13 respondents (22.5 %). Conclusions: The conclusions of the study are those who have a high risk of being exposed to COVID-19 are respondents who carry out activities to care for COVID-19 patients and those who are at low risk of being exposed to COVID-19 are respondents who have not experienced biological material accidents as well as respondents who are bedient in carrying out IPC procedures. Suggestions for further researchers can develop further research on the description of the risk of exposure to COVID-19 in nurses.
Karakteristik dan Persepsi Ekonomi Pekerja Tambang yang Terlibat pada Pertambangan Emas Skala Kecil di Area Bombana Basri Basri; Asriani Achmad; Jufri Jufri; Sulaiman Sulaiman; Waode Alkamalia
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 2 (2023): April 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i2.754

Abstract

Kegiatan Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) dilakukan secara illegal yang berdampak pada penurunan kualitas lingkungan akibat dari pembukaan lahan tidak terkendali menyebabkan kontaminasi logam berat yang memberi gangguan Kesehatan pada pekerja tambang, dan polusi logam berat terhadap ternak, tumbuhan, tanah dan air. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi persepsi ekonomi pekerja tambang berdasarkan lama keterlibatan dalam aktivitas PESK. Desain penelitian menggunakan metode survey dengan pendekatan deskriptif untuk mendapatkan data kuantitatif. Populasi sejumlah 250 keluarga dan sampel sebanyak 100 rumah yang ditentukan dengan pendekatan purpossive sampling. Pengumpulan data menggunakan keusioner kemudian diverifikasi dan diolah menggunakan SPSS dan dianalisa menggunakan statistik deskriptif frekuensi. Karakteristik responden lebih banyak perempuan, dengan kelompok umur didominasi 26-45 tahun, pendidikan terakhir sampai pada lulusan SD saja, dan status maritalnya lebih banyak telah menikah. Responden umumnya di area tambang di atas 20 tahun yang mana sebanyak 41% diantaranya telah terlibat dalam aktivitas PESK. Persepsi ekonomi dari warga yang terlibat dalam aktivitas PESK mengindikasikan 50% merasa lebih miskin meskipun ada yang merasa kondisi ekonomi biasa saja dan merasa lumayan (masing-masing 41% dan 9%).
Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada buruh di Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar Rombe, Aneke A Linda; Ayumar, Andi; Basri
EcoVision: Journal of Environmental Solutions Vol. 1 No. 2: (August) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/evojes.v1i2.2024.852

Abstract

Background: Low back pain is the most common musculoskeletal complaint and the leading cause of disability worldwide, with a prevalence ranging from 20% to 33% among all patients with musculoskeletal pain. Low back pain is not only experienced by the elderly but can also occur across all age categories, including the productive adult age group. Factors that may contribute to low back pain include age, length of service, workload, and duration of work. The aim of this study is to determine the relationship between age, length of service, workload, and work duration with complaints of low back pain. Methods: This study is an observational analytic study with a cross-sectional approach. The population consists of all laborers at the Makassar Health Quarantine Center. The sample comprises 133 respondents from the population of laborers working at the Makassar Health Quarantine Center. The sampling technique used is random sampling with the Slovin formula. The measuring instrument used is the Numeric Rating Scale questionnaire. The statistical test employed is the Chi-Square Test, with Fisher's Exact Test as an alternative. Findings: The results of the study show a significant relationship between age (p-value ρ=0.000<0.05), length of service (ρ=0.000<0.05), workload (ρ=0.009<0.05), and work duration (ρ=0.000<0.05) with complaints of low back pain among laborers. Conclusion: The study concludes that there is a relationship between age, length of service, workload, and work duration with complaints of low back pain among laborers at the Makassar Health Quarantine Center. It is recommended that the Makassar Health Quarantine Center conduct regular medical check-ups for laborers, provide adequate work hours, and monitor and reduce the burden lifted by laborers.
Environmental-Based Disease Study in the Gold Handicraft Industry Area in Rappokalling Village, Makassar City Andi Riska; Basri; Marisna Eka Yulianita
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 1 No. 1 (2022): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sanitasi lingkungan yang optimum akan berpengaruh positif terhadap status kesehatan yang optimum pula. Penyakit berbasis lingkungan adalah ilmu yang mempelajari proses kejadian kasus baru ataupun berulang pada kelompok masyarakat tertentu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi sanitasi lingkungan dan mengidentifikasi penyaktit berbasis lingkungan pada area Industri kerajinan emas. Motode: Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriktif dengan menggunakan metode survey deskriptif dengan jumlah sampel 60 yang diambil menggunakan Accidental sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan semua kondisi sanitasi lingkungan responden adalah baik sebanyak 60 responden (100%). Penyakit Berbasis Lingkungan yang diperoleh adalah Diare sebanyak 12 responden (20,0%) dan Tifoid sebanyak 4 responden (6,7%). Kesimpulan: Kondisi sanitasi lingkungan yang secara umum tergambar baik, namun terdapat kondisi sanitasi lingkungan yang masih kurang memenuhi standar, seperti sumber utama air minum, kualitas fisik air minum, dan tempat penampungan limbah air sisa mandi, mencuci, dan memasak. Hal ini berkontribusi terhadap kejadian Diare dan Tifoid di Kelurahan Rappokalling Kota Makassar.
Disparity in Basic Sanitation Facilities in Housing in Small-Scale Gold Mining Communities in The Bombana Area Basri Basri; Asriani Achmad
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 1 No. 1 (2022): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: industri pertambanan emas skala kecil (PESK) telah berkembang pesat di kabupaten Bombana sejak tahun 2010. Banyaknya jumlah penambang menyebabkan lahirnya pemukiman yang tidak memiliki sarana sanitasi dasar yang memadai dan kondisi perumahan yang memenuhi syarat. Struktur kerja yang lahir akibat kepemilikan lahan dan peralatan tambang ikut mempengaruhi disparitas sarana sanitasi dan perumahan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi disparitas sarana sanitasi dan perumahan berdasarkan struktur kerja di area PESK di Bombana. Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada dua kecamatan dimana area PESK berlokasi yaitu kecamatan Rarowatu dan Rarowatu Utara. Sebagai area kontrol dipilih kecamatan Kasipute. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuessioner. Besar sample ada 81 responden yang dipilih secara purpossive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sedangkan pada kelompok koordinator lahan 100% memiliki sarana sanitasi yang baik. Kondisi sanitasi buruk ditunjukkan oleh kelompok pemilik lahan (3%) dan sarana sangat buruk lebih banyak didapatkan pada kelompok penambang (68,3%). Semua responden dari komunitas penambang memiliki kondisi perumahan sosial yang buruk. Sedangkan pemilik tanah, koordinator tanah dan pemilik trommel pada umumnya sudah berada di perumahan sosial yang cukup. Kesimpulan: Hasil penelitian mengindikasikan bahwa secara umum sarana sanitasi dasar dan perumahan di area PESK jauh lebih buruk dibandingkan dengan daerah kontrol yang merupakan area pemukiman umum. Struktur kerja yang terbentuk pada komunitas penambang juga akan menentukan tingkat pendapatan dan status sosial yang pada akhirnya akan menentukan kualitas sarana sanitasi dasar dan kondisi perumahan.
Pengaruh Pemberian Air Hangat Terhadap Frekuensi Pernapasan Pasien Tb Paru di RSUD Haji Makassar Ross Anna; Abd. Majid; Basri
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.277

Abstract

Tb paru adalah salah satu dari sepuluh penyebab utama kematian di dunia. Pada tahun 2018 jumlah penderita Tb paru di Indonesia mencapai 842 ribu kasus dan di Sulawesi Selatan mencapai 22.793 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian air hangat terhadap frekuensi pernafasan pasien Tb paru di RSUD Haji Makassar. Jenis penelitian menggunakan quasi experimental dengan rancangan two group pre test and post test design menggunakan metode purposive sampling dimana sampel sebanyak 32 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol sebanyak 16 orang dan kelompok intervensi sebanyak 16 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji t berpasangan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui rata-rata frekuensi pernafasan kelompok kontrol sebelum 25 x/menit dan setelah 23,5 x/menit. Sedangkan rata-rata frekuensi pernafasan kelompok intervensi sebelum pemberian air hangat 24,5 x/menit dan setelah pemberian air hangat 20,75 x/menit. Jadi penurunan rata-rata frekuensi pernafasan pada kelompok intervensi lebih besar daripada kelompok kontrol. Sehingga dari hasil uji analisis bivariat menggunakan uji t-test berpasangan maka diperoleh p-value=0,001 yang menunjukkan adanya pengaruh pemberian air hangat terhadap frekuensi pernafasan pasien Tb paru. Kesimpulan penelitian adalah pemberian air hangat dapat membantu menurunkan keluhan takipnoe pada pasien Tb paru yang mengalami batuk dan sesak karena air hangat mampu mengencerkan sputum sehingga peneliti menyarankan agar air hangat dapat dijadikan sebagai salah satu terapi non farmakologi pada pasien tuberkulosis paru dengan keluhan batuk dan sesak.
Gambaran Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Pengendalian Penularan Covid-19 Di Kantor Kelurahan Lajangiru Kota Makassar Jufri; Basri; Kasmira
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.295

Abstract

ABSTRAK : COVID-19 dapat menyebabkan penyakit flu biasa sampai penyakit yang lebih parah seperti sindrom pernafasan timur tengah (Mers-CoV) dan sindrom pernafasan akut parah (SARS-CoV). Jika dilihat trend perkembangannya, kasus ini masih mengalami kecenderungan meningkat di beberapa negara tak terkecuali di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pengendalian Penularan COVID-19 di Kantor Kelurahan Lanjangiru Kota Makassar.. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah pengunjung kantor Kelurahan Lajangiru kota Makassar. Sampel penelitian ini berjumlah 33 orang yang ditentukan dengan Teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran protokol kesehatan di kantor Lurah Lajangiru dimana untuk variabel mencuci tangan (M1) memiliki 24 orang yang berada pada kategori melakukan dan ada 9 orang yang memiliki kriteria tidak melakukan. Variabel memakai masker (M2) memiliki 21 orang yang berkategori menggunakan dan 12 orang yang berkategori tidak menggunakan. Dan variabel menjaga jarak (M3) memiliki 20 orang yang kategori melakukan dan 13 orang yang berkategori tidak melakukan. Simpulan dalam peneltian ini masih ada beberapa responden yang belum menerapkan protokol kesehatan, diharapakan masyarakat setempat turut bekerjasama dalam membantu pemerintah penangan covid 19 dengan cara menerapkan protokol kesehatan, pemerintah setempat rutin melakukan sosialisasi serta memberi teguran kepada masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Kata kunci : Protokol kesehatan; mencuci tangan; menggunakan masker; menjaga jarak; COVID-19