Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia materi Fakta dan Fiksi pada peserta didik kelas III SDN 1 Purwawinangun. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan dan peningkatan hasil belajar antara peserta didik yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Direct Instruction (DI). Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas III SDN 1 Purwawinangun, yang dibagi menjadi dua kelas: kelas eksperimen (III A) berjumlah 22 siswa yang menerapkan PBL, dan kelas kontrol (III B) berjumlah 22 siswa yang menerapkan DI.Teknik pengumpulan data meliputi instrumen observasi untuk ranah afektif dan psikomotorik, serta instrumen tes untuk ranah kognitif. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji statistik seperti uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis (uji T-tes dan uji N-gain).Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara kedua kelompok. Uji T-tes memperoleh nilai Thitung​ kelas eksperimen sebesar 8,993, yang lebih besar dari Ttabel​ 2,018. Ini mengindikasikan bahwa model PBL memberikan hasil belajar yang lebih baik. Selain itu, terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang ditunjukkan oleh uji N-gain, di mana kelas eksperimen memperoleh nilai 0,613, lebih besar dari kelas kontrol yang hanya 0,533.Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) secara efektif meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia materi Fakta dan Fiksi pada peserta didik kelas III SDN 1 Purwawinangun.
Copyrights © 2025