Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan terapi neurosenso dengan pendekatan spiritual dalam membantu perkembangan motorik anak autisme usia 7-8 tahun di SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi dua anak autisme yang rutin mengikuti terapi, serta guru dan terapis sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi dilaksanakan dengan berbagai kegiatan seperti berjalan di atas balok kayu yang disusun, merangkak, melompat, bermain ayunan, dan latihan sentuhan untuk meningkatkan koordinasi motorik. Selain itu, pelaksanaan terapi juga diintegrasikan dengan pendekatan spiritual Islam seperti pembiasaan doa, dzikir, dan penguatan nilai kesabaran yang membantu menciptakan kondisi emosional anal yang lebih tenang selama proses terapi. Terapi ini memiliki dampak yang positif terhadap kemampuan gerak, pengendalian emosi, dan respon anak terhadap rangsangan sekitar. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terapi neurosenso motorik efektif dalam mendukung perkembangan motorik anak autisme di sekolah inklusi
Copyrights © 2026