Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen kebersihan sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang sehat di SDN Jagomarang dan SDN Cimaja, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru koordinator zona kebersihan, dan komite sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kebersihan di kedua sekolah telah dilaksanakan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi (POAC). Perencanaan program disusun berdasarkan kebutuhan dan kondisi lokal sekolah. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian zona kebersihan dan penetapan koordinator. Pelaksanaan kebersihan dilakukan melalui sistem piket harian dan gotong royong rutin yang berkontribusi terhadap pembentukan budaya bersih dan perilaku hidup sehat siswa. Evaluasi dilakukan melalui monitoring dan checklist zona, meskipun belum didukung indikator kuantitatif terstandar. Secara keseluruhan, integrasi fungsi manajemen POAC berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, namun memerlukan penguatan pada aspek standarisasi prosedur dan evaluasi berbasis data untuk meningkatkan keberlanjutan program Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji pengembangan indikator kebersihan berbasis kuantitatif, menguji efektivitas model manajemen kebersihan melalui pendekatan kuantitatif atau mixed-method, serta memperluas konteks penelitian pada berbagai karakteristik sekolah untuk meningkatkan generalisasi temuan.
Copyrights © 2026