Bullying di sekolah merupakan permasalahan serius yang berdampak pada kesejahteraan psikologis siswa. Program "Sekolah Ceria" merupakan inisiatif psikoedukasi yang melibatkan kader sebaya dalam upaya pencegahan bullying di SMPN 3 Sentolo. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak perundungan dan cara merespon tindakan bullying di sekolah, serta keterampilan regulasi emosi. Metode implementasi program psikoedukasi dengan cara pemberian materi dan role-play berdasarkan asesmen lapangan. Kegiatan diikuti oleh 40 siswa kader sebaya dan 5 guru pendamping. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bullying serta peningkatan keterampilan intervensi dan dukungan sosial terhadap korban. Meskipun keterlibatan siswa dalam intervensi masih rendah, program ini berhasil membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan suportif. Oleh karena itu, keterlibatan kader sebaya dalam pencegahan bullying dapat menjadi strategi efektif untuk mendukung kesejahteraan psikologis siswa di sekolah. Dampak jangka Panjang program ini berpotensi menurunkan kasus bullying di sekolah, serta membentuk budaya sekolah yang inklusif dan peduli. Selain itu, program ini dapat memperkuat keterampilan social siswa, mempengaruhi kebijakan sekolah terkait pencegahan bullying. Dengan demikian, keterlibatan kader sebaya dalam pencegahan bullying dapat menjadi strategi berkelanjutan dan efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan aman.
Copyrights © 2026