Pariwisata halal menjadi salah satu sektor strategis dalam industri pariwisata global yang tidak hanya berfungsi sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen diplomasi budaya dan soft power bagi negara-negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pariwisata halal digunakan sebagai strategi soft power Indonesia dalam periode 2015–2018. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-naratif dan metode analisis konten terhadap berbagai dokumen kebijakan, laporan resmi, serta data kunjungan wisatawan Muslim, penelitian ini menemukan bahwa Indonesia memanfaatkan pariwisata halal untuk membangun citra sebagai negara Islam moderat, ramah wisatawan, dan terbuka terhadap keberagaman. Strategi tersebut diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor, promosi internasional dengan kampanye branding, serta penguatan infrastruktur halal di berbagai destinasi unggulan seperti Lombok, Aceh, dan Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata halal tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan Muslim, tetapi juga memperkuat nation branding Indonesia di tingkat global. Temuan ini menegaskan bahwa pariwisata halal mampu berfungsi sebagai alat diplomasi budaya yang efektif sekaligus mendukung posisi Indonesia sebagai pemimpin pasar halal tourism dunia.
Copyrights © 2025