Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman orang tua tentang pola asuh otoriter pada anak usia dini serta dampaknya terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Pola asuh otoriter, yang umumnya ditandai dengan kontrol yang ketat dan penekanan pada ketaatan tanpa memberi ruang untuk komunikasi atau partisipasi anak, masih banyak diterapkan oleh orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan orang tua dan observasi di lingkungan rumah serta sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun banyak orang tua yang menyadari pentingnya mendidik anak dengan disiplin, mereka sering kali menganggap pola asuh otoriter sebagai cara yang efektif untuk mengontrol perilaku anak. Namun, mereka juga kurang memahami dampak negatifnya terhadap perkembangan emosional dan sosial anak, seperti kesulitan dalam mengelola emosi, berinteraksi dengan teman sebaya, dan membangun rasa percaya diri. Penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman yang lebih mendalam mengenai pola asuh yang lebih seimbang, di mana orang tua dapat mendisiplinkan anak tanpa mengorbankan aspek emosional dan sosial anak. Oleh karena itu, disarankan agar program pendidikan orang tua lebih menekankan pada pentingnya pendekatan pengasuhan yang demokratis dan berbasis kasih sayang, yang memungkinkan anak untuk berkembang dengan lebih sehat secara emosional dan sosial. Dengan adanya edukasi yang lebih intensif, diharapkan orang tua dapat mengoptimalkan peran mereka dalam mendukung tumbuh kembang anak dengan lebih baik.
Copyrights © 2024