Isu pernikahan sesama jenis merupakan salah satu perdebatan etis dan teologis yang menonjol dalam masyarakat kontemporer, khususnya di tengah perkembangan wacana hak asasi manusia dan perubahan sosial global. Perdebatan ini juga menjadi tantangan serius bagi gereja, yang dihadapkan pada ketegangan antara tuntutan inklusivitas dan kesetiaan terhadap ajaran Kitab Suci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pernikahan berdasarkan narasi penciptaan dalam Kitab Kejadian, khususnya pasal 1 dan 2, serta merefleksikan implikasinya terhadap perdebatan mengenai pernikahan sesama jenis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, dengan Alkitab sebagai sumber utama yang didialogkan dengan literatur teologis dan etis kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kitab Kejadian memandang pernikahan sebagai institusi ilahi yang dirancang sebagai penyatuan antara laki-laki dan perempuan dalam ikatan “satu daging”, yang mencakup dimensi fisik, emosional, dan spiritual. Konsep ini menjadi dasar teologis utama dalam pemahaman pernikahan Kristen. Di sisi lain, penelitian ini juga menemukan adanya ketegangan akademik antara tafsir teologis tradisional dan pendekatan etis modern yang menekankan prinsip kesetaraan dan hak asasi manusia. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa gereja perlu merespons isu pernikahan sesama jenis secara reflektif dan bertanggung jawab, dengan tetap berpegang pada otoritas Kitab Suci sekaligus menyadari kompleksitas konteks sosial kontemporer.
Copyrights © 2026