Rekayasa ulang organisasi telah menjadi strategi kritis bagi institusi pendidikan untuk mempertahankan daya saing di era digital. Penelitian ini mengkaji implementasi rekayasa ulang anatomi organisasi pada AMIK Parbina Nusantara Pematangsiantar dan dampaknya terhadap kemampuan inovasi serta keunggulan ekonomi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 42 responden yang terdiri atas dosen, staf administrasi, dan manajemen, data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekayasa ulang organisasi berpengaruh signifikan terhadap kemampuan inovasi (β = 0,742, p < 0,001) dan keunggulan ekonomi (β = 0,689, p < 0,001). Kemampuan inovasi juga memediasi hubungan antara rekayasa ulang organisasi dengan keunggulan ekonomi (β = 0,456, p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa restrukturisasi anatomi organisasi melalui simplifikasi proses, integrasi teknologi, dan transformasi budaya secara efektif meningkatkan kinerja institusi. Penelitian ini berkontribusi pada literatur manajemen perubahan organisasi di institusi pendidikan tinggi dan memberikan implikasi praktis bagi pemimpin akademik yang mencari keunggulan kompetitif berkelanjutan
Copyrights © 2026