Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) dan tekanan teman sebaya terhadap perilaku bullying digital pada remaja Generasi Z di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi fenomenologi, dengan fokus untuk memahami pengalaman subjektif remaja dalam memaknai FOMO, tekanan teman sebaya, serta implikasinya terhadap perilaku bullying digital. Sampel penelitian terdiri atas 12 informan remaja berusia 13–24 tahun yang aktif menggunakan media sosial, dipilih melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling hingga mencapai kejenuhan data. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi digital, dan dokumentasi interaksi daring, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO memunculkan kecemasan sosial dan dorongan untuk selalu terlibat dalam aktivitas digital, sehingga berkontribusi terhadap keterlibatan remaja dalam perilaku bullying digital. Tekanan teman sebaya memperkuat kecenderungan ini melalui mekanisme konformitas dan ekspektasi performatif dalam interaksi daring. Temuan ini menegaskan bahwa interaksi antara FOMO dan tekanan teman sebaya membentuk lingkungan digital yang kondusif bagi perilaku bullying, sehingga diperlukan intervensi literasi digital dan pendampingan sosial untuk meminimalkan risiko agresi daring pada remaja.
Copyrights © 2025