Penelitian ini bertujuan menganalisis peran literasi digital dalam membentuk perilaku anti-hoaks pada Generasi Z pengguna TikTok serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi kemampuan mereka dalam mengidentifikasi dan memverifikasi informasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan literasi digital sebagai kerangka kognitif-sosial yang memediasi hubungan antara paparan algoritma TikTok dan pembentukan perilaku anti-hoaks. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi terhadap 15 informan Generasi Z berusia 17–25 tahun di Kota dan Kabupaten Madiun. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital Generasi Z masih dominan pada aspek teknis, sementara kemampuan evaluatif dan kritis belum konsisten. Perilaku anti-hoaks dipengaruhi faktor internal seperti pengalaman, kewaspadaan, dan berpikir kritis, serta faktor eksternal berupa lingkungan sosial, edukasi literasi digital, dan algoritma TikTok. Analisis menegaskan bahwa literasi digital membentuk kesadaran kritis dan praktik verifikasi, tetapi implementasinya dipengaruhi konteks sosial dan struktur platform digital.
Copyrights © 2026