Penelitian ini bertujuan menganalisis peran intensitas penggunaan media sosial sebagai variabel intervening dalam hubungan antara FOMO (Fear of Missing Out) dan bullying digital pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori pada 150 remaja usia 15–18 tahun yang aktif menggunakan media sosial. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO berpengaruh positif terhadap intensitas penggunaan media sosial dan bullying digital, serta intensitas media sosial berpengaruh positif terhadap bullying digital. Selain itu, intensitas penggunaan media sosial terbukti memediasi pengaruh FOMO terhadap bullying digital. Nilai koefisien jalur menunjukkan hubungan yang signifikan, dengan kemampuan model menjelaskan variabel intensitas media sosial sebesar 0,821 dan bullying digital sebesar 0,891. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi FOMO, semakin meningkat intensitas penggunaan media sosial yang pada akhirnya mendorong munculnya perilaku bullying digital pada remaja. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan penggunaan media sosial dan penguatan literasi digital sebagai upaya pencegahan bullying digital pada remaja.
Copyrights © 2026