Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan makna ragam hias pada makam tua Karaeng Palengkei (Raja ke-18 Binamu) di Kelurahan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi, klasifikasi, dan interpretasi data berdasarkan perspektif estetika arkeologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur makam berbentuk segi empat berundak empat yang merepresentasikan status sosial dan legitimasi kekuasaan raja. Ragam hias yang ditemukan meliputi motif fauna (macan, ayam, kuda), flora (bunga parenreng), serta geometris yang disusun secara repetitif dan variatif. Motif-motif tersebut memiliki representasi mimetik dan simbolik yang mencerminkan keberanian, kepemimpinan, kekuatan, serta relasi sosial raja dengan masyarakatnya. Ornamen tidak hanya berfungsi dekoratif, tetapi juga menjadi media naratif yang merepresentasikan nilai historis dan kearifan lokal masyarakat Binamu. Dengan demikian, makam ini memiliki signifikansi estetis, simbolik, dan kultural sebagai warisan budaya Sulawesi Selatan.
Copyrights © 2024