Demonstrasi Agustus 2025 menjadi salah satu aksi protes terbesar yang terjadi pada tahun tersebut di Indonesia. Peristiwa ini memunculkan sentimen tertentu di kalangan netizen terhadap kelompok yang terlibat. Perkembangan internet dan media sosial memberikan ruang bagi netizen untuk mengekspresikan pandangan mereka, yang berpotensi memperkuat polarisasi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana netizen Indonesia merespons demonstrasi Agustus 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan text mining terhadap komentar pada video berita di YouTube. Sebanyak 113 komentar dari empat video podcast mengenai demonstrasi tersebut dianalisis dalam penelitian ini. Analisis sentimen dilakukan menggunakan pendekatan leksikon Valence Aware Dictionary and Sentiment Reasoner (VADER). Hasilnya menunjukkan bahwa 56.31% komentar positif, 21.36% negatif, dan 22.23% netral. Selain itu, analisis topic modelling dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut komentar yang memiliki sentimen positif dan negatif dengan pendekatan Latent Dirichlet Allocation (LDA). Hasil analisis mengidentifikasi dua topik utama pada masing-masing kategori sentimen. Pada sentimen negatif, topik yang muncul adalah kritik terhadap kepemimpinan dan tuduhan korupsi elit. Sementara itu, pada sentimen positif, topik yang ditemukan meliputi dukungan patriotik serta dukungan terhadap aparat dan dialog.
Copyrights © 2026