Kebiasaan mengkonsumsi makanan kariogenik yang tinggi gula serta kebiasaan gosok gigi yang belum tepat dan teratur berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya karies gigi. Hasil skrining di SDN 1 Binontoan menunjukkan masih tingginya kasus gigi berlubang pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan mengkonsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan gosok gigi dengan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah di SDN 1 Binontoan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 96 siswa, dengan sampel sebanyak 49 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kebiasaan mengkonsumsi makanan kariogenik, kuesioner kebiasaan gosok gigi, serta lembar pencatatan karies gigi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan mengkonsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi (p-value 0,014) dan kebiasaan gosok gigi dengan kejadian karies gigi (p-value 0,008). Kebiasaan mengkonsumsi makanan kariogenik dan kebiasaan gosok gigi berhubungan dengan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah. Untuk itu peran perawat sebagai edukator dan promotor kesehatan gigi di lingkungan sekolah sangat di perlukan. Penelitian lanjut untuk mengukur faktor lain yang mempengaruhi kesehatan gigi anak usia sekolah.
Copyrights © 2026