Job burnout pada tenaga kesehatan menjadi masalah penting karena berdampak pada kesejahteraan individu dan kualitas pelayanan kesehatan. Berbagai faktor psikologis dan lingkungan kerja, seperti self-efficacy, stres kerja, dan beban kerja, diduga berperan dalam terjadinya job burnout, khususnya pada lingkungan kerja klinik dengan tuntutan pelayanan yang tinggi. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 110 karyawan Klinik Probest Medical Center yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self-efficacy, stres kerja, beban kerja, dan job burnout. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden mengalami job burnout pada kategori sedang hingga tinggi. Analisis multivariat menunjukkan bahwa self-efficacy, stres kerja, dan beban kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap job burnout (p = 0,007) dengan nilai koefisien determinasi sebesar 10,8%, yang berarti variabel independen dalam model mampu menjelaskan 10,8% variasi job burnout. Self-efficacy memiliki peran penting dalam menurunkan tingkat burnout pada karyawan. Semakin tinggi self-efficacy seseorang, maka semakin rendah tingkat burnout yang dialami. Walaupun stres kerja dan beban kerja tidak berpengaruh signifikan secara parsial, keduanya tetap berkontribusi terhadap burnout ketika dianalisis secara bersama-sama.
Copyrights © 2026