Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) memiliki peran strategis dalam mendukung rumah sakit memenuhi standar akreditasi, khususnya pada aspek mutu dokumentasi dan keselamatan pasien. Dalam standar akreditasi rumah sakit, mutu dokumentasi dinilai berdasarkan kelengkapan, ketepatan waktu, serta akurasi dan konsistensi data klinis. Sistem RME memungkinkan pemantauan pengisian rekam medis secara real time oleh perawat maupun dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP), sehingga kekurangan dokumentasi dapat segera teridentifikasi. Selain itu, fitur digital dalam RME mendorong pencatatan tepat waktu dan menyediakan mekanisme validasi otomatis untuk meminimalkan kesalahan input dan duplikasi data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemudahan penggunaan, kemanfaatan kualitas sistem, dan ketersediaan infrastruktur RME terhadap pemenuhan standar akreditasi rumah sakit berdasarkan aspek mutu dokumentasi dan keselamatan pasien, baik secara langsung maupun melalui motivasi pengguna sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik. Responden terdiri dari tenaga kesehatan profesional pemberi asuhan (PPA). Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). Selain itu, penelitian ini dilengkapi dengan telaah dokumen data sekunder dan observasi lapangan untuk memperkuat interpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden didominasi oleh laki-laki (54,8%) dengan tingkat pendidikan terbanyak adalah spesialis (29,6%). Kemudahan penggunaan dan ketersediaan infrastruktur RME tidak berpengaruh langsung terhadap pemenuhan standar akreditasi (p>0,05), sedangkan kemanfaatan kualitas sistem (p=0,021) dan motivasi pengguna (p=0,000) berpengaruh signifikan. Motivasi terbukti memediasi pengaruh kemudahan dan ketersediaan infrastruktur terhadap pemenuhan standar. Telaah dokumen dan observasi menunjukkan adanya ketidakkonsistenan dalam pengisian identitas pasien, asesmen awal medis, dan CPPT, serta belum optimalnya audit mutu rekam medis. Motivasi pengguna merupakan faktor kunci dalam pemenuhan standar akreditasi rumah sakit melalui pemanfaatan RME. Optimalisasi RME perlu difokuskan tidak hanya pada aspek teknis sistem, tetapi juga pada penguatan motivasi, audit mutu dokumentasi, dan tata kelola rekam medis untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026