Permasalahan pengelolaan sampah menjadi tantangan global yang juga dihadapi Indonesia, termasuk Kota Denpasar. Desa Sidakarya sebagai wilayah dengan timbulan sampah tinggi berupaya mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui program Bank Sampah yang berfokus pada pemilahan sampah anorganik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dan belum optimalnya implementasi kebijakan terkait Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, poin 14 tentang pelestarian ekosistem laut, serta poin 15 tentang pelestarian ekosistem darat.Penelitian dilaksanakan di Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan, menggunakan metode deskriptif kualitatif berdasarkan teori implementasi kebijakan publik Van Meter dan Van Horn. Informan ditentukan melalui purposive sampling sebanyak sembilan orang, terdiri dari pihak DLHK, BUMDes, TPS3R, pengelola Bank Sampah, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta dokumentasi lapangan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Bank Sampah telah mencerminkan prinsip SDGs melalui peningkatan kesadaran masyarakat, kolaborasi antar lembaga, serta kontribusi nyata terhadap pengurangan sampah anorganik. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, lemahnya pengawasan, dan komunikasi antar organisasi yang belum konsisten. Diperlukan peningkatan edukasi berkelanjutan, pemberian insentif, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna mewujudkan pengelolaan sampah yang efektif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025