ABSTRAK Kecamatan Taluditi di Kabupaten Pohuwato memiliki sumber daya hijauan dan residu tanaman yang penting bagi pengembangan sistem agrosilvopastura berbasis sapi potong, namun pemanfaatannya masih dibatasi oleh variasi musiman dan minimnya konservasi pakan. Penelitian ini bertujuan mengestimasi daya dukung pakan berbasis bahan kering pada skala kecamatan dan membandingkannya dengan populasi sapi yang ada untuk menilai ruang pengembangan ternak dalam batas keberlanjutan ekologi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data resmi sensus pertanian, statistik potensi desa, statistik lingkungan hidup, dan statistik daerah. Produksi hijauan segar per hektare dan kandungan bahan kering digunakan untuk menghitung produksi bahan kering tahunan per hektare, yang kemudian dibandingkan dengan kebutuhan pakan tahunan per ekor sapi potong dewasa. Daya dukung per hektare dan kapasitas total wilayah diperoleh dengan mengalikan hasil tersebut dengan luas lahan, baik pada skenario teoretis maupun skenario efektif dengan koefisien pemanfaatan konservatif. Hasil menunjukkan bahwa produksi hijauan sebesar 45.000 kilogram per hektare per tahun dengan kandungan bahan kering 25 persen menghasilkan sekitar 11.250 kilogram bahan kering per hektare per tahun dan kapasitas tampung sekitar 1,23 ekor sapi potong dewasa per hektare per tahun. Pada luas lahan 1.950 hektare, kapasitas teoretis mencapai kurang lebih 2.399 ekor, sehingga terdapat surplus sekitar 1.392 ekor dibandingkan populasi sapi sebanyak 1.007 ekor. Dengan koefisien pemanfaatan 0,60, kapasitas efektif menurun menjadi sekitar 1.443 ekor dan surplus menyempit menjadi sekitar 436 ekor. Temuan ini menegaskan bahwa ruang pengembangan ternak di Taluditi sangat bergantung pada peningkatan efisiensi pemanfaatan hijauan dan residu tanaman melalui konservasi dan pengolahan pakan, penataan spasial lahan pertanian, area hijauan, kandang, dan sumber air, serta penguatan kelembagaan peternak agar kapasitas teoretis dapat terwujud sebagai kinerja sistem agrosilvopastura yang berkelanjutan di tingkat lapangan.
Copyrights © 2025