Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GORONTALO GREEN SCHOOL SEBAGAI MODEL PENDIDIKAN EKOLOGIS: STUDI NARATIF AKSIOLOGI DI KAWASAN PERDESAAN INDONESIA TIMUR Diko, Abdullah Kadir; Hasim; Baruwadi, Mahludin H.
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 1 (2026): 2026 Januari
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i1.684

Abstract

Krisis lingkungan di banyak wilayah perdesaan Indonesia tidak hanya dipicu oleh tekanan ekonomi dan tata kelola sumber daya alam, tetapi juga oleh lemahnya pembentukan nilai (aksiologi) dalam praktik pendidikan sehari-hari. Artikel ini mengkaji Gorontalo Green School sebagai model pendidikan ekologis berbasis komunitas yang dikembangkan di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo (Indonesia Timur), sejak akhir 2023 hingga 2025. Penelitian dirancang sebagai studi kasus naratif-aksiologis dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen program (modul, catatan kegiatan, materi sosialisasi, dan dokumen pendukung), observasi partisipatif atas kegiatan pembelajaran dan aksi lingkungan, serta wawancara semi-terstruktur terhadap 16 informan kunci yang terlibat dalam perancangan dan implementasi program (inisiator program, pengelola yayasan, guru, siswa, serta mitra lokal). Analisis dilakukan dengan penelusuran tema dan kategorisasi nilai untuk memetakan bagaimana nilai “adil dan lestari” diterjemahkan menjadi kebiasaan, latihan, dan tata kelola program. Hasil menunjukkan bahwa Gorontalo Green School menempatkan “nilai” sebagai pusat desain program melalui empat jalur utama: (1) penguatan kapasitas guru untuk integrasi materi lingkungan lintas mata pelajaran; (2) pembelajaran berbasis praktik seperti pemilahan sampah dan kompos; (3) skema “pohon induk asuh” yang menghargai tanggung jawab pribadi siswa dengan ekologi kebun/agroforestri; dan (4) pembingkaian nilai melalui kearifan lokal serta ruang belajar berbasis lanskap perdesaan. Diskusi menegaskan bahwa kekuatan utama model ini bukan semata-mata pada kegiatan, melainkan pada mekanisme pembiasaan yang konsisten sehingga nilai ekologis menjadi etos bersama (etos kolektif) yang relevan bagi kebijakan pembangunan daerah berbasis bukti. Studi ini berkontribusi pada literatur ekologi pendidikan dengan menawarkan kerangka aksiologi terapan yang dapat direplikasi pada konteks perdesaan lain, sekaligus menggarisbawahi kebutuhan penguatan bukti (data) dan kemitraan multi-pihak untuk keberlanjutan program. Kata kunci: Gorontalo Green School, Pendidikan ekologis; aksiologi; pembelajaran berbasis praktik
ANALYSIS OF CARRYING CAPACITY AND LAND SUITABILITY FOR THE DEVELOPMENT OF CATTLE-BASED AGROSILVOPASTORAL SYSTEMS IN TALUDITI SUBDISTRICT Diko, Abdullah Kadir; Lihawa, Fitryane; Baderan, Dewi Wahyuni K
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 1 (2026): 2026 Januari
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i1.692

Abstract

Agro-silvopastoral systems, which integrate trees, crops, and livestock within the same landscape, are increasingly promoted as context-specific strategies for sustainable rural development in regions facing high land-use pressure and climate variability. This systematic review synthesises evidence on how such systems perform in terms of environmental outcomes, livelihoods and economic viability, and social and governance dimensions, and how these dimensions interact. A structured search and screening procedure was applied to peer-reviewed and grey literature on agro-silvopastoral and related agroforestry systems. The final sample of studies was thematically coded across four analytical themes: typologies and design configurations, environmental performance and ecosystem services, livelihoods and economic outcomes, and governance, institutions, and scaling pathways. The findings indicate that diverse agro-silvopastoral typologies, including homegardens, alley-cropping, silvopastoral pastures, and multi-strata systems, mobilise ecological mechanisms such as niche complementarity, nutrient cycling, and microclimate regulation. Empirical studies consistently report improvements in soil fertility, erosion control, water regulation, biodiversity, and carbon sequestration relative to conventional monocultures. These environmental benefits are closely associated with enhanced net income, favourable benefit–cost ratios, labour productivity, income diversification, and improved food security, thereby contributing to household resilience. However, the distribution of benefits is uneven, as poorer households, landless farmers, women, and other marginalised groups often face barriers to participation and may receive a smaller share of gains. Governance configurations, including community-based management, co-management, cooperatives, extension services, and policy incentives, emerge as decisive factors in enabling adoption, coordinating actors, and scaling successful models. Overall, the review concludes that agro-silvopastoral systems hold substantial potential as climate-resilient, multifunctional land-use strategies, but their outcomes depend on context-appropriate design and supportive, inclusive governance and institutional arrangements. Future research should employ integrated, mixed-methods approaches to jointly assess ecological, economic, and social equity dimensions and to compare alternative policy and governance configurations. Keywords: agro-silvopastoral systems; agroforestry; ecosystem services; rural livelihoods; collaborative governance; climate-resilient agriculture; sustainable rural development.
ANALISIS DAYA DUKUNG PAKAN SAPI POTONG UNTUK PENGEMBANGAN AGROSILVOPASTURA DI KECAMATAN TALUDITI Diko, Abdullah Kadir; Dunggio, Iswan
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 12 No. 2 (2025): 2025 Desember
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v12i2.654

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Taluditi di Kabupaten Pohuwato memiliki sumber daya hijauan dan residu tanaman yang penting bagi pengembangan sistem agrosilvopastura berbasis sapi potong, namun pemanfaatannya masih dibatasi oleh variasi musiman dan minimnya konservasi pakan. Penelitian ini bertujuan mengestimasi daya dukung pakan berbasis bahan kering pada skala kecamatan dan membandingkannya dengan populasi sapi yang ada untuk menilai ruang pengembangan ternak dalam batas keberlanjutan ekologi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data resmi sensus pertanian, statistik potensi desa, statistik lingkungan hidup, dan statistik daerah. Produksi hijauan segar per hektare dan kandungan bahan kering digunakan untuk menghitung produksi bahan kering tahunan per hektare, yang kemudian dibandingkan dengan kebutuhan pakan tahunan per ekor sapi potong dewasa. Daya dukung per hektare dan kapasitas total wilayah diperoleh dengan mengalikan hasil tersebut dengan luas lahan, baik pada skenario teoretis maupun skenario efektif dengan koefisien pemanfaatan konservatif. Hasil menunjukkan bahwa produksi hijauan sebesar 45.000 kilogram per hektare per tahun dengan kandungan bahan kering 25 persen menghasilkan sekitar 11.250 kilogram bahan kering per hektare per tahun dan kapasitas tampung sekitar 1,23 ekor sapi potong dewasa per hektare per tahun. Pada luas lahan 1.950 hektare, kapasitas teoretis mencapai kurang lebih 2.399 ekor, sehingga terdapat surplus sekitar 1.392 ekor dibandingkan populasi sapi sebanyak 1.007 ekor. Dengan koefisien pemanfaatan 0,60, kapasitas efektif menurun menjadi sekitar 1.443 ekor dan surplus menyempit menjadi sekitar 436 ekor. Temuan ini menegaskan bahwa ruang pengembangan ternak di Taluditi sangat bergantung pada peningkatan efisiensi pemanfaatan hijauan dan residu tanaman melalui konservasi dan pengolahan pakan, penataan spasial lahan pertanian, area hijauan, kandang, dan sumber air, serta penguatan kelembagaan peternak agar kapasitas teoretis dapat terwujud sebagai kinerja sistem agrosilvopastura yang berkelanjutan di tingkat lapangan.