Abstrak: Industri tenun Troso berperan penting dalam perekonomian masyarakat lokal, namun proses pewarnaan kain menghasilkan limbah cair yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Keterbatasan pengetahuan dan sarana pengolahan limbah menyebabkan sebagian pengrajin belum menerapkan sistem pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan pekerja dalam mengelola limbah cair melalui penerapan teknologi fitoremediasi. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 20 pekerja tenun sebagai peserta aktif, melalui tahapan asesmen awal, sosialisasi dampak limbah, serta demonstrasi dan praktik penggunaan alat pengolahan limbah berbasis fitoremediasi. Sistem evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest–posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, serta uji efektivitas teknis melalui pengukuran penurunan kadar warna limbah sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman peserta meningkat sebesar 85% berdasarkan hasil pretest–posttest, dan teknologi fitoremediasi efektif menurunkan kadar warna limbah hingga 90%. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan teknologi fitoremediasi yang disertai pendampingan partisipatif tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapan pekerja dalam menerapkan pengelolaan limbah secara mandiri dan berkelanjutan.Abstract: The Troso weaving industry plays an important role in the local economy, but the dyeing process produces liquid waste that has the potential to pollute the environment if not managed properly. The limited knowledge and waste processing facilities have caused some artisans not to implement an environmentally friendly and sustainable waste management system. This service aims to enhance workers' awareness and skills in managing liquid waste thru the application of phytoremediation technology. The method used is Participatory Action Research (PAR) involving 20 weaving workers as active participants, thru stages of initial assessment, socialization of waste impact, as well as demonstration and practice of using phytoremediation-based waste processing tools. The evaluation system was conducted using a pretest–posttest design to measure the increase in participants' understanding, as well as a technical effectiveness test thru the measurement of color reduction in waste before and after treatment. The results showed that participants' understanding increased by 85% based on pretest–posttest results, and phytoremediation technology effectively reduced waste color by up to 90%. These findings confirm that the application of phytoremediation technology accompanied by participatory assistance is not only technically effective but also capable of enhancing workers' awareness and readiness to implement waste management independently and sustainably.
Copyrights © 2026