Data Asesmen Nasional menunjukkan bahwa keterampilan membaca siswa SD meningkat dari 53 persen pada 2021 menjadi 68 persen pada 2024. Namun, di kelas III MI Al-Khairiyah, pengamatan menunjukkan bahwa minat dan pemahaman membaca siswa masih rendahnya kemampuan membaca siswa berdampak pada hasil tes, yang menyebabkan efektivitas pembelajaran menjadi kurang maksimal. Tujuan dari studi ini mencakup beberapa aspek, yaitu: 1. menganalisis bagaimana pojok baca dapat meningkatkan pemahaman membaca siswa; 2. menjelaskan kemampuan pemahaman membaca siswa dengan lembar tes; 3. mengidentifikasi hambatan yang didapati pengajar. Penelitian ini menerapkan metode studi dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam mengumpulkan informasi, riset ini menggunakan wawancara, dokumentasi, dan tes pemahaman membaca. Studi menunjukkan bahwa pojok baca dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan, seperti Implementasi Gerakan Literasi Sekolah dilakukan dengan kegiatan membaca selama lima belas menit sebelum proses belajar mengajar berlangsung, sebagai sumber untuk diskusi, dan sebagai lokasi untuk menghabiskan waktu luang. Meskipun demikian, pelajar masih menghadapi kesulitan dalam menemukan informasi mendetail dari bacaan dan memahami makna keseluruhan teks. Tantangan utama yang dihadapi pengajar adalah terbatasnya jumlah koleksi buku dan rendahnya motivasi siswa dalam memanfaatkan pojok baca
Copyrights © 2026