Aliran humanistik dalam psikologi muncul pada pertengahan abad ke-20 sebagai respons terhadap keterbatasan pendekatan psikoanalisis dan behavioristik yang dinilai terlalu deterministik dan kurang memperhatikan aspek subjektif manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas secara kritis kontribusi aliran humanistik dalam perkembangan psikologi sebagai ilmu pengetahuan, dengan menyoroti pemikiran dua tokoh utama: Carl Rogers dan Abraham Maslow. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang membahas konsep, teori, dan aplikasi psikologi humanistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa aliran ini menekankan pentingnya kesadaran diri, kehendak bebas, dan aktualisasi diri sebagai inti dari perkembangan psikologis yang sehat. Konsep-konsep seperti self-actualization (aktualisasi diri), unconditional positive regard (penghargaan positif tanpa syarat), serta hierarki kebutuhan menjadi landasan teoritis yang kuat dalam terapi, pendidikan, dan pengembangan individu. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan humanistik memberikan kontribusi signifikan dalam memperluas pemahaman psikologi ke arah yang lebih humanis dan holistik. Implikasinya, pendekatan ini relevan untuk diterapkan dalam berbagai bidang praktik psikologi, termasuk pendidikan, konseling, dan pengembangan sumber daya manusia, dengan mengedepankan potensi positif dan pengalaman subjektif individu.
Copyrights © 2025