Penelitian ini mengkaji leksikon dalam tradisi Malam Satu Sura di Surakarta dengan pendekatan etnolinguistik. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana bentuk, struktur, dan makna kultural leksikon yang digunakan dalam tradisi Malam Satu Sura, serta hubungannya dengan pandangan dunia masyarakat Jawa di Surakarta. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan struktur leksikon, menganalisis makna kultural dan simbolis, serta mengkaji hubungan leksikon dengan sistem budaya masyarakat Jawa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode padan dan metode agih dalam kerangka teori etnolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 22 leksikon khas yang diklasifikasikan ke dalam lima kategori: leksikon tokoh/pelaku ritual, leksikon lokasi/tempat ritual, leksikon prosesi ritual, leksikon kelengkapan ritual (sesaji), dan leksikon simbol/atribut ritual. Makna kultural yang terkandung mencerminkan nilai-nilai filosofis Jawa tentang spiritualitas, kesucian, penghormatan terhadap leluhur, dan transformasi diri. Leksikon-leksikon ini merepresentasikan pandangan dunia masyarakat Jawa yang menekankan keselarasan antara mikrokosmos dan makrokosmos dalam kehidupan.
Copyrights © 2026